Jumlah Pengungsi Wilayah Terdampak Merapi Dekati 1.000 Warga
Senin, 09 November 2020 - 14:58 WIB
loading...
Jumlah pengungsi akibat naiknya status Gunung Merapi terus bertambah. Sampai saat ini, ada 961 warga dari berbagai desa di lereng Merapi yang telah mengungsi. Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A
A
A
SEMARANG - Jumlah pengungsi akibat naiknya status Gunung Merap i dari waspada ke siaga level 3 terus bertambah. Sampai saat ini, tercatat sudah ada 961 warga dari berbagai desa di lereng Merapi yang telah mengungsi.
Plt Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jawa Tengah (Jateng), Syafrudin mengatakan, warga yang diungsikan adalah kelompok rentan. Mereka yang sudah lanjut usia (lansia), ibu hamil, balita dan anak-anak secara bertahap terus diungsikan ke daerah aman. (Baca juga: Status Gunung Merapi Siaga, Ratusan Warga di Magelang Mengungsi )
"Total ada 961 warga yang saat ini sudah mengungsi. Ada 175 warga di Klaten, dan sisanya di Magelang, " kata Syafrudin ditemui usai mengikuti rapat percepatan penanganan Covid-19 di Gedung A lantai 2 kompleks Pemprov Jateng, Senin (9/11/2020).
Disinggung berapa lama para pengungsi akan diungsikan, Syafrudin mengatakan belum pasti. Semuanya masih menunggu perkembangan status Merapi. "Sampai kapan belum pasti, kalau nanti statusnya jadi awas, pasti akan lebih banyak lagi. Mudah-mudahan statusnya segera turun, kami terus pantau," ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah tempat pengungsian yang sudah disiapkan semuanya menerapkan standar protokol kesehatan ketat. Di Magelang misalnya, pengungsi dipisah dengan sekat-sekat tripleks untuk mengantisipasi penularan Covid-19.
Plt Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jawa Tengah (Jateng), Syafrudin mengatakan, warga yang diungsikan adalah kelompok rentan. Mereka yang sudah lanjut usia (lansia), ibu hamil, balita dan anak-anak secara bertahap terus diungsikan ke daerah aman. (Baca juga: Status Gunung Merapi Siaga, Ratusan Warga di Magelang Mengungsi )
"Total ada 961 warga yang saat ini sudah mengungsi. Ada 175 warga di Klaten, dan sisanya di Magelang, " kata Syafrudin ditemui usai mengikuti rapat percepatan penanganan Covid-19 di Gedung A lantai 2 kompleks Pemprov Jateng, Senin (9/11/2020).
Disinggung berapa lama para pengungsi akan diungsikan, Syafrudin mengatakan belum pasti. Semuanya masih menunggu perkembangan status Merapi. "Sampai kapan belum pasti, kalau nanti statusnya jadi awas, pasti akan lebih banyak lagi. Mudah-mudahan statusnya segera turun, kami terus pantau," ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah tempat pengungsian yang sudah disiapkan semuanya menerapkan standar protokol kesehatan ketat. Di Magelang misalnya, pengungsi dipisah dengan sekat-sekat tripleks untuk mengantisipasi penularan Covid-19.
Lihat Juga :