Sepekan Terakhir, Pemakaman Pasien COVID-19 di TPU Pondok Ranggon Menurun
Jum'at, 06 November 2020 - 23:29 WIB
loading...
Pemakaman pasien COVID-19 di TPU Pondok Ranggon dalam sepekan terakhir mengalami penurunan. FOTO/SINDOnews/Okto Rizki Alpino
A
A
A
JAKARTA - Pemakaman pasien COVID-19 di TPU Pondok Ranggon dalam sepekan terakhir mengalami penurunan. Sebelumnya, dalam sehari tak kurang dari 20 jenazah pasien corona silih berganti datang untuk dimakamkan di TPU ini.
Komandan Regu PJLP TPU Pondok Ranggon, Nadi (47) mengatakan, dalam sepekan terakhir jenazah pasien COVID-19 yang dimakamkan di TPU Pondok Ranggon tidak mencapai 20 jenazah.
"Pada tanggal 5 Oktober jumlah yang dimakamkan sebanyak 18 jenazah, pada tanggal 6 Oktober sebanyak 15 jenazah," kata Nadi saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (6/11/2020). (Baca juga: TPU Tegal Alur Buka Blok Baru untuk Pemakaman Jenazah Protap Covid-19 )
Nadi menjelaskan, pada awal pendemi jenazah yang dimakamkan di TPU Pondok Ranggon dalam sehari pernah mencapai 40 dalam sehari. Setelah adanya PSBB ketat jumlah pemakaman pasien COVID-19 berangsur menurun.
"Mudah-mudahan warga lebih taat protokol kesehatan agar jumlah kasus terkonfirmasi tidak semakin bertambah dan pasien yang dirawat lekas sembuh," ujarnya.
Komandan Regu PJLP TPU Pondok Ranggon, Nadi (47) mengatakan, dalam sepekan terakhir jenazah pasien COVID-19 yang dimakamkan di TPU Pondok Ranggon tidak mencapai 20 jenazah.
"Pada tanggal 5 Oktober jumlah yang dimakamkan sebanyak 18 jenazah, pada tanggal 6 Oktober sebanyak 15 jenazah," kata Nadi saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Jumat (6/11/2020). (Baca juga: TPU Tegal Alur Buka Blok Baru untuk Pemakaman Jenazah Protap Covid-19 )
Nadi menjelaskan, pada awal pendemi jenazah yang dimakamkan di TPU Pondok Ranggon dalam sehari pernah mencapai 40 dalam sehari. Setelah adanya PSBB ketat jumlah pemakaman pasien COVID-19 berangsur menurun.
"Mudah-mudahan warga lebih taat protokol kesehatan agar jumlah kasus terkonfirmasi tidak semakin bertambah dan pasien yang dirawat lekas sembuh," ujarnya.
Lihat Juga :