Simbol Keterbukaan Islam pada Budaya Bangsa di Masjid Al Oesmani Medan

Sabtu, 09 Mei 2020 - 09:31 WIB
loading...
Simbol Keterbukaan Islam...
Masjid Raya Al Oesmani terletak di jalan Komodor Laut Yos Sudarso KM 17,5 Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Medan Sumatera Utara. FOTO/iNews/RUSLI HR
A A A
SUMATERA UTARA memiliki sejarah panjang perkembangan agama Islam di Nusantara. Sejumlah catatan mengungkapkan bahwa sejumlah penduduknya telah memeluk Islam pada abad XII. Bukti lain adalah berdirinya masjid kuno sebagai pusat pergerakan dan dakwah umat Islam.

Salah satunya Masjid Al Oesmani atau yang sering disebut warga sekitar Masjid Kuning. Masjid yang terletak di Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan Sumatera Utara ini, sudah berdiri megah sejak 1854. Masjid dari Kerajaan Deli ini memiliki ornamen dari lima kebudayaan yang menggambarkan Islam sebagai agama yang terbuka bagi seluruh umat manusia.

Masjid Raya Al Oesmani terletak di jalan Komodor Laut Yos Sudarso KM 17,5 Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Medan Sumatera Utara. Masjid Raya peninggalan Sultan Osman Perkasa Alam atau sultan ke-7 Kerajaan Deli pada 1854 ini awalnya hanyalah tempat ibadah berukuran 16 x 16 meter, yang keseluruhan bangunannya terbuat dari kayu. Namun setelah wafatnya Sultan Osman Perkasa Alam, masjid raya ini direnovasi menjadi bangunan permanen oleh anaknya, Sultan Mahmud Perkasa Alam pada 1870 sampai 1872 dan kemudian terus dilakukan perbaikan, hingga menjadi bangunan seperti sekarang.

Pada masanya, Masjid Al Oesmani digunakan sebagai tempat ibadah Sultan dan pusat keagamaan lainnya, tidak jauh beda dengan fungsinya di masa sekarang. Bangunan kerajaan sendiri kini sudah rata dengan tanah dan dibangun sekolah yang sekarang bernama Yayasan Pendidikan Islam (Yaspi), persisnya di depan Masjid Al Oesmani.

Masjid Raya Al Oesmani merupakan masjid yang memiliki perpaduan arsitektur lima kebudayaan, mulai dari Timur Tengah, yang terlihat pada kubah persegi delapan, arsitektur India yang tampak pada ukiran tiang, arsitektur China yang terlihat pada setiap pintu masjid, Melayu dan juga Spanyol yang dilihat dari warna dan desain bangunannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2,5 Bulan Ditutup, Masjid...
2,5 Bulan Ditutup, Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka dengan Aturan Ketat
Masjid Al Oesmani Medan,...
Masjid Al Oesmani Medan, Simbol Keterbukaan Islam Pada Budaya Bangsa
Rekomendasi
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Berita Terkini
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved