Pandemi Covid-19, Kasus Kebakaran di Jakarta Barat Menurun
Kamis, 05 November 2020 - 18:16 WIB
loading...
A
A
A
Sementara untuk wilayah paling sering, Eko mencatat, wilayah Cengkareng menjadi yang tertinggi sepanjang tahun 2020. Tercatat ada 46 kasus terjadi di kawasan itu. Kemudian disusul wilayah Kalideres 46 kasus, dan kembangan 45 kasus kebakaran.
Sementara untuk objek kebakaran yang terjadi di Jakarta Barat, Sudin Gulkarmat mencatat didominasi oleh kawasan permukiman sebanyak 87 kasus. Sedangkan untuk penyebabnya beragam, dengan mayoritas karena korsleting listrik sebanyak 168 kasus, disusul karena kompor maupun rokok.
Dari total 281 kasus tersebut, Eko menuturkan, musibah kebakaran di Jakarta Barat merenggut dua jiwa dan ada melukai 13 korban.“Untuk perkiraan kerugian dari musibah tersebut mencapai Rp46,32 miliar,” katanya. (Baca: Sepasang Kekasih Kepergok Warga Mesum di Kuburan Cina Kebon Nanas)
Kini demi menekan kasus kebakaran, Eko terus menyosialisasikan bahaya dan cara pencegahan kebakaran kepada masyarakat. Salah satunya dengan berkeliling ke pemukiman, perkantoran maupun komunitas untuk menyosialisasikan tentang bahaya kebakaran.
Selain itu, mencegah covid 19, Eko mengatakan sejak awal pandemi Maret 2020 lalu hingga saat ini petugas Damkar berkeliling ke sejumlah titik untuk menyemprot disinfektan sebagai upaya memutus penyebaran Covid-19. Sebanyak 2.755 titik telah jadi lokasi penyemprotan disinfektan.
Sementara untuk objek kebakaran yang terjadi di Jakarta Barat, Sudin Gulkarmat mencatat didominasi oleh kawasan permukiman sebanyak 87 kasus. Sedangkan untuk penyebabnya beragam, dengan mayoritas karena korsleting listrik sebanyak 168 kasus, disusul karena kompor maupun rokok.
Dari total 281 kasus tersebut, Eko menuturkan, musibah kebakaran di Jakarta Barat merenggut dua jiwa dan ada melukai 13 korban.“Untuk perkiraan kerugian dari musibah tersebut mencapai Rp46,32 miliar,” katanya. (Baca: Sepasang Kekasih Kepergok Warga Mesum di Kuburan Cina Kebon Nanas)
Kini demi menekan kasus kebakaran, Eko terus menyosialisasikan bahaya dan cara pencegahan kebakaran kepada masyarakat. Salah satunya dengan berkeliling ke pemukiman, perkantoran maupun komunitas untuk menyosialisasikan tentang bahaya kebakaran.
Selain itu, mencegah covid 19, Eko mengatakan sejak awal pandemi Maret 2020 lalu hingga saat ini petugas Damkar berkeliling ke sejumlah titik untuk menyemprot disinfektan sebagai upaya memutus penyebaran Covid-19. Sebanyak 2.755 titik telah jadi lokasi penyemprotan disinfektan.
(hab)
Lihat Juga :