Unggul Dalam Tiga Survei, Program Pro Rakyat Dinilai Menjadi Kekuatan Eri-Armuji
Senin, 02 November 2020 - 20:17 WIB
loading...
Pasangan Eri Cahyadi-Armuji unggul dalam tiga survei mengukur elektabilitas calon kepala daerah peserta Pilkada Kota Surabaya. (Ist)
A
A
A
SURABAYA - Pasangan Eri Cahyadi-Armuji unggul dalam tiga survei mengukur elektabilitas calon kepala daerah peserta P ilkada Kota Surabaya .
Pengamat politik Universitas Pelitaharapan Emrus Sihombing menilai, program kerakyatan menjadi salah satu kekuatan Eri-Armuji hingga elektabilitasnya mengungguli Machfud-Mujiaman.
"Program pembangunan yang diusung pro kerakyatan. Misal program mendukung UMKM seperti pemberian bantuan modal, pendampingan, hingga ikut serta memasarkan prouk UMKM," kata Emrus, Senin (2/11/2020).
Emrus mengatakan, program kerakyatan yang disuguhkan Eri-Armuji juga dikombinasikan dengan penggunaan simbol-simbol kesederhanaan. Hal itu terlihat saat Eri maupun Armuji melakukan blusukan menyapa warga di penjuru kampung di Surabaya.
"Ketika paslon memakai simbol kesederhanaan, maka menunjukkan bahwa dia adalah orang yang homogen dengan masyarakat dan menjadi representasi dari masyarakat kelas bawah. Dari sisi komunikasi, masyarakat yang homogen akan memilih paslon yang merupakan representasi dari dirinya," kata Emrus.
Pengamat politik Universitas Pelitaharapan Emrus Sihombing menilai, program kerakyatan menjadi salah satu kekuatan Eri-Armuji hingga elektabilitasnya mengungguli Machfud-Mujiaman.
"Program pembangunan yang diusung pro kerakyatan. Misal program mendukung UMKM seperti pemberian bantuan modal, pendampingan, hingga ikut serta memasarkan prouk UMKM," kata Emrus, Senin (2/11/2020).
Emrus mengatakan, program kerakyatan yang disuguhkan Eri-Armuji juga dikombinasikan dengan penggunaan simbol-simbol kesederhanaan. Hal itu terlihat saat Eri maupun Armuji melakukan blusukan menyapa warga di penjuru kampung di Surabaya.
"Ketika paslon memakai simbol kesederhanaan, maka menunjukkan bahwa dia adalah orang yang homogen dengan masyarakat dan menjadi representasi dari masyarakat kelas bawah. Dari sisi komunikasi, masyarakat yang homogen akan memilih paslon yang merupakan representasi dari dirinya," kata Emrus.
Lihat Juga :