Aktivis Kritik Pelaksanaan Debat Kandidat Pilkada Pangkep
Minggu, 01 November 2020 - 23:01 WIB
loading...
A
A
A
Selain menyoroti pelaksanaan debat dengan live streaming, PMII juga menilai metode debat KPU Pangkep tidak maksimal dalam memberi kesempatan kepada calon untuk mengeksplorasi gagasan. "Kesannya sekadar seremoni saja, sekadar menjalankan tahapan pemilukada saja," ucapnya.
"Semoga di debat kedua nanti bisa lebih baik dan bisa diakses masyarakat luas," ujarnya.
Sementara itu aktivis perempuan, Hania mengatakan, live streaming bukan satu-satunya cara untuk menyiarkan debat agar mudah diakses masyarakat. Ia meminta KPU Pangkep tidak lupa, bahwa Kabupaten Pangkep memiliki wilayah terpencil di pegunungan dan kepulauan terluar.
"Untuk wilayah daratan masih besar kemungkinan untuk menjangkaunya itupun bagi yang memang menunggu debat ini, sementara untuk kepulauan terluar dan pegunungan saya pastikan tidak bisa menjangkau, melihat dan mengakses debat kandidat tersebut," kata Hania.
Menurutnya, metode debat KPU juga tidak memberi waktu yang cukup untuk menjelaskan lebih jauh program dan visi misi mereka. "Tadi itu bukan debat tapi anda bertanya saya menjawab," ujarnya.
"Semoga di debat kedua nanti bisa lebih baik dan bisa diakses masyarakat luas," ujarnya.
Sementara itu aktivis perempuan, Hania mengatakan, live streaming bukan satu-satunya cara untuk menyiarkan debat agar mudah diakses masyarakat. Ia meminta KPU Pangkep tidak lupa, bahwa Kabupaten Pangkep memiliki wilayah terpencil di pegunungan dan kepulauan terluar.
"Untuk wilayah daratan masih besar kemungkinan untuk menjangkaunya itupun bagi yang memang menunggu debat ini, sementara untuk kepulauan terluar dan pegunungan saya pastikan tidak bisa menjangkau, melihat dan mengakses debat kandidat tersebut," kata Hania.
Menurutnya, metode debat KPU juga tidak memberi waktu yang cukup untuk menjelaskan lebih jauh program dan visi misi mereka. "Tadi itu bukan debat tapi anda bertanya saya menjawab," ujarnya.
Lihat Juga :