Sempat Terjadi Insiden dengan Kapal Patroli Vietnam, KKP Usir Dua Kapal Ikan Asing Ilegal di Laut Natuna Utara
Minggu, 01 November 2020 - 21:35 WIB
loading...
KKP saat mengusir dua kapal asing ilegal di Laut Natuna Utara.Foto/Dok KKP
A
A
A
KEPULAUAN RIAU - Kapal Pengawas Perikanan milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang melakukan operasi di Laut Natuna Utara, mengusir dua kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam yang melakukan pencurian ikan di wilayah perairan tersebut, Jumat (30/10). Pengusiran dilakukan meskipun dua KIA dikawal oleh dua kapal aparat Vietnam.
Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono yang secara intensif berkomunikasi dengan para Nahkoda Kapal Pengawas selama operasi tersebut menyampaikan, Kapal Pengawas Perikanan Hiu 11 yang dinahkodai Kapten Slamet, Kapal Pengawas Perikanan Hiu Macan Tutul 02 yang dinahkodai oleh Kapten Ilman Rustam dan Kapal Pengawas Perikanan Hiu Macan 01 yang dinahkodai Kapten Samson pada Jumat (30/10) mendeteksi dua KIA ilegal berbendera Vietnam melakukan penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan 711 Laut Natuna Utara.
Kapal Pengawas Perikanan KKP pun segera melakukan pengejaran terhadap kedua KIA tersebut. “Kami pastikan posisi kedua kapal ikan tersebut berada di wilayah perairan yurisdiksi kita,” ujar Pung. (Baca juga: Sadis dan Tak Manusiawi, 5 Pemuda Rekam Aksi Pemerkosaan Gadis 15 Tahun di Buton Selatan)
Setelah berada cukup dekat dengan kapal tersebut, Pung menuturkan, bahwa Kapal Pengawas Perikanan kemudian memberikan peringatan namun tidak diindahkan sehingga terjadilah kejar-kejaran antara Kapal Pengawas KKP dengan kedua KIA itu. (Baca juga: Kecam Pernyataan Djamari Chaniago, IPW: Seharusnya Malu Sebagai Mantan Petinggi Militer, Minta Maaf Bukan Arogan)
Di tengah upaya untuk menghentikan kedua KIA ilegal yang berusaha melarikan diri, Kapal Patroli Vietnam KN KIEM NGU-211 dan VUNG TAU muncul dan melakukan manuver yang membahayakan Kapal Pengawas Perikanan KKP.
Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono yang secara intensif berkomunikasi dengan para Nahkoda Kapal Pengawas selama operasi tersebut menyampaikan, Kapal Pengawas Perikanan Hiu 11 yang dinahkodai Kapten Slamet, Kapal Pengawas Perikanan Hiu Macan Tutul 02 yang dinahkodai oleh Kapten Ilman Rustam dan Kapal Pengawas Perikanan Hiu Macan 01 yang dinahkodai Kapten Samson pada Jumat (30/10) mendeteksi dua KIA ilegal berbendera Vietnam melakukan penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan 711 Laut Natuna Utara.
Kapal Pengawas Perikanan KKP pun segera melakukan pengejaran terhadap kedua KIA tersebut. “Kami pastikan posisi kedua kapal ikan tersebut berada di wilayah perairan yurisdiksi kita,” ujar Pung. (Baca juga: Sadis dan Tak Manusiawi, 5 Pemuda Rekam Aksi Pemerkosaan Gadis 15 Tahun di Buton Selatan)
Setelah berada cukup dekat dengan kapal tersebut, Pung menuturkan, bahwa Kapal Pengawas Perikanan kemudian memberikan peringatan namun tidak diindahkan sehingga terjadilah kejar-kejaran antara Kapal Pengawas KKP dengan kedua KIA itu. (Baca juga: Kecam Pernyataan Djamari Chaniago, IPW: Seharusnya Malu Sebagai Mantan Petinggi Militer, Minta Maaf Bukan Arogan)
Di tengah upaya untuk menghentikan kedua KIA ilegal yang berusaha melarikan diri, Kapal Patroli Vietnam KN KIEM NGU-211 dan VUNG TAU muncul dan melakukan manuver yang membahayakan Kapal Pengawas Perikanan KKP.
Lihat Juga :