Libur Panjang, Sampah dari Kawasan Wisata Naik Tiga Kali Lipat

loading...
Libur Panjang, Sampah dari Kawasan Wisata Naik Tiga Kali Lipat
Volume sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti di Cipatat, KBB, selama libur panjang ini meningkat tiga kali lipat imbas dari banyaknya wisatawan yang berkunjung tempat-tempat wisata. Foto/Dok.SINDOnews
BANDUNG BARAT - Libur panjang kali ini bukan hanya berdampak pada banyaknya wisatawanyang datang ke Kabupaten Bandung Barat (KBB). Namun volume sampah yang dihasilkan juga diprediksi akan mengalami peningkatan terutama dari sampah rumah tangga dan tempat wisata.

"Kami prediksi volume sampah akan meningkat tiga kali lipat jika dibandingkan kondisi normal," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Apung Hadiat Purwoko saat dihubungi, Sabtu (31/10/2020).

Mengantisipasi hal tersebut, pihaknya menambah ritase pengangkutan sampah khususnya di kawasan wisata Lembang. Jika hari biasa kendaraan besar yang beroperasi mengangkut sampah di kawasan wisata 4-6 ritase/hari. Kini ditambah menjadi 7-8 ritase dalam sehari. (Baca juga: Warga Codongcatur Emoh Wilayahnya Mau Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah)

"Jika rata-rata satu mobil mengangkut empat ton, berarti dalam satu hari dari kawasan wisatatotal ada 24 ton. Nah di libur panjang ini jumlahnya bisa naik tiga kali lipat," ujarnya.



Menurutnya itu belum termasuk sampah liar yang kerap dibuang warga di pinggir jalan. Untuk itu turut dioperasikan pula dua kendaraan Armada Pengangkut Sampah Liar (APSL) untuk menyisir sampah liar sepanjang jalur kawasan wisata. Mereka akan jalan 2-3 ritase dalam sehari untuk membersihkan sampah liar.

Dirinya tidak ingin setelah libur panjang usai, KBB menjadi lautan sampah akibat banyak menumpuk dan tidak terangkut ke TPA. Optimalisasi pengangkutan dan penyisiran sejak sekarang diharapkan dapat mengurangi resiko penumpukan sampah usai long weekend berakhir.(Baca juga: Kabupaten Bekasi Terapkan Pengelolaan Sampah Teknologi RDF)

"Petugas lapangan kami bekerja keras agar jangan ada sampah yang tidak terangkut. Selain itu kami minta ke aparat di wilayah agar mengoptimalkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) untuk mengurangi resiko penumpukan sampah liar," imbuhnya.



(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top