Warga Codongcatur Emoh Wilayahnya Mau Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah
Kamis, 29 Oktober 2020 - 15:57 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Dwi Anta Sudibya mengatakan bisa memahami kekhawatiran warga tersebut. Sebab mereka masih berpandangan TPST sama dengan tempat pembungunan akhir (TPA). Padahal TPST sudah menerapkan teknologi pengolahan sampah.
“TPST didesain mengaplikasikan teknologi pengomposan yang sisa residunya diolah dengan incinerator,” paparnya.
Menurti Dwi Ananta secara teori, residu yang tersisa diperhitungan hanya tinggal 5-10%. Selain itu alat incinerator atau pembakar sampah yang digunakan pun menggunakan model baru. Asap yang dihasilkan dari proses pembakaran disemprot dengan air sehingga tidak naik sampai ke atas.
“Karena ditolak, kami akan mencari alternatif lokasi daerah lain untuk membangun TPST. Lokasi sudah dijajaki antara lain Sumberharjo dan Wukirharjo Prambanan, serta di Minggir,” jelasnya.
“TPST didesain mengaplikasikan teknologi pengomposan yang sisa residunya diolah dengan incinerator,” paparnya.
Menurti Dwi Ananta secara teori, residu yang tersisa diperhitungan hanya tinggal 5-10%. Selain itu alat incinerator atau pembakar sampah yang digunakan pun menggunakan model baru. Asap yang dihasilkan dari proses pembakaran disemprot dengan air sehingga tidak naik sampai ke atas.
“Karena ditolak, kami akan mencari alternatif lokasi daerah lain untuk membangun TPST. Lokasi sudah dijajaki antara lain Sumberharjo dan Wukirharjo Prambanan, serta di Minggir,” jelasnya.
(vit)
Lihat Juga :