Enam Bencana Terjadi di Majalengka Selama Oktober, 2 Kasus Dampak Gempa Pangandaran

loading...
Enam Bencana Terjadi di Majalengka Selama Oktober, 2 Kasus Dampak Gempa Pangandaran
Ilustrasi/SINDOnews/dok
MAJALENGKA - Enam kasus bencana terjadi di Kabupaten Majalengka dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Dari enam bencana itu, beberapa di antaranya diketahui dampak dari Gempa Bumi di Pangandaran pada Minggu (25/10/2020).

Enam bencana itu masing-masing angin kencang, banjir, dan rumah roboh. Musibah angin kencang, tercatat sebagai bencana paling banyak yakni 3 kasus.

"Selama Oktober ini ada 6 kasus. Angin kencang 3 kasus, di Desa dan Kecamatan Malausma, Banjir di Desa Pinangraja, Kecamatan Jatiwangi, dan 2 rumah roboh di Desa Sukamaju dan Cigaleuh, Kecamatan Lemahsugih," kata Manajer Pusdaop Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Majalenga Indrayanto kepada SINDONews, Senin (26/10/2020).

Untuk kasus dua rumah roboh, jelas dia, terjadi saat Gempa Bumi 5,9 SR Pangandaran kemarin. Namun, diketahui rumah itu sudah dalam keadaan retak-retak. (Baca juga: Pagi Ini, Pangandaran Kembali Diguncang Gempa Bumi 4,5 SR)



"Hanya sebagiannya saja, bagian dapur. Itupun kondisinya memang sudah tua, ditambah ada goncangan gempa kemarin. Untuk dampak gempa, hanya dua kasus itu yang sudah kami terima laporannya," jelas dia.

Selanjutnya, Indra meminta masyarakat untuk lebih waspada lagi terhadap bencana yang kerap terjadi pada musim hujan. (Baca juga: Rawan Gempa, BPBD Jabar Antisipasi Potensi Tsunami di Pangandaran)

Dia menyebutkan, tidak menutup kenungkinan bencana-bencana khas musim hujan masih akan terjadi, mengingat Kabupaten Majalengka ini memiliki risiko yang cukup tinggi terhadap hal itu.



"Sekarang kan belum masuk musim hujan, masih masa transisi. Bagi masyarakat yang di daerahnya ada bencana, bisa menghubungi kami di 112 dan 0823 40400300," tutur dia.
(boy)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top