Bertahan Disaat Pandemi, UMKM Bisa Menggandeng Reseller
Minggu, 25 Oktober 2020 - 20:28 WIB
loading...
Sejumlah pihak sepakat disaat pandemi COVID-19 ini justru menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lebih kreatif untuk bertahan.(Foto/Tangkapan layar)
A
A
A
BANDUNG - Sejumlah pihak sepakat disaat pandemi COVID-19 ini justru menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lebih kreatif untuk bertahan.
Pelaku UMKM dituntut untuk tetap produktif dan inovatif. Nah salah satu caranya meningkatkan produktivitas yakni bekerja sama dengan reseller.
Hal ini terungkap dalam webinar yang digelar Perkumpulan Bumi Alumni yang mewadahi Komunitas UMKM Alumni Universitas Padjajaran (Unpad) bersama Direktorat Bina Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja.
Webinar mengambil tema “ Reseller Produktif, Cara Jitu di Era New Normal” pada Jumat (23/10/2020) lalu. Webinar ini diselenggarakan untuk memberikan input kepada para pelaku bisnis UMKM, untuk meningkatkan usahanya.
BACA JUGA : Gerakan UMKM Alumni Unpad Buat Webinar Soal Bisnis Buat Pemula
Webinar menghadirkan Direktur Bina Produktivitas Kemenaker Fahrurozi sebagai pembuka kegiatan. Selain itu, dihadirkan tiga narasumber yakni Instruktur Produktivitas P3D Kemnaker Sukron Munawar, Creativpreneur Sigit Sulistianto, dan Owner Bandeng Isi MRB Jarot Medyandoko. Jalannya webinar dipandu oleh Inisiator UMKM Alumni Unpad Dewi Tenty.
Dalam sambutannya, Fahrurozi menyampaikan, di masa pandemi COVID-19 ini,
pelaku UMKM dituntut untuk tetap produktif dan inovatif dengan cara bekerja sama dengan reseller.
“Saya yakin melalui peran reseller di era COVID-19 ini akan membuahkan hasil. Melalui sharing dari narsum yang berbicara produktivitas dengan reseller, kita akan diberikan pengalaman yang berharga,” kata Fahrurozi.
Dewi Tenty selaku moderator dan sekaligus ketua bidang hubungan antar lembaga pada Perkumpulan Bumi Alumni UMKM Unpad dalam pengantarnya mengatakan pandemi mengakibatkan banyaknya pengangguran, tercatat lebih dari 1.9 juta korban PHK. Hilangnya mata pencaharian tentunya tidak harus membuat orang menjadi diam, harus tetap bisa beraktivitas untuk menjaga kesinambungan kehidupan.
BACA JUGA: 37.000 UMKM di Jabar Terdampak Pandemi, Paling Banyak di Tasikmalaya
Bukan hal yang mudah untuk mengubah kebiasaan, dari seorang pegawai menjadi entreprenuer butuh waktu dan skill oleh karenanya salah satu solusi yang ditawarkan adalah menjadi reseller dari suatu produk UMKM. Banyak hal yang bisa di pelajari dan di dapat dari menjadi seorang reseller selain mendapatkan pendapatan, juga bisa meluaskan jejaring pasar. "Seorang reseller yang sukses terkadang memiliki omzet melebihi produsennya sendiri," kata dia.
Kemudian, Sukron Munawar menyatakan, peningkatan produktivitas dari pelaku UMKM juga bisa mengatasi masalah pengangguran di masa pandemi COVID-19. Sebab, peningkatan produktivitas otomatis meningkatkan pendapatan dan menambah jumlah karyawan. “Dan pelaku UMKM yang produktif akan meningkatkan daya saing bangsa,” katanya.
Senada, Sigit Sulistianto menyatakan, palaku UMKM perlu bekerja sama dengan reseller guna meningkatkan pendapatan, produktivitas, dan daya saing. Menurutnya, peran reseller sangat besar dalam menjembatani distribusi produk dari produsen ke konsumen. Pun reseller dapat memperluas jaringan pemasaran.
“Kenapa dibutuhkan reseller? Karena modal utama kita adalah waktu. Dengan adanya reseller kita bisa membagikan waktu, pemasaran, distribusi. Reseller juga menyediakan pasar,” katanya.
Tak jauh berbeda, Jarot Medyandoko menyampaikan, pelaku UMKM tetap harus menjaga kualitas produk untuk menarik reseller.
Setelah banyak reseller yang tertarik, pelaku UMKM perlu membuat sistem untuk mengontrol mereka. Kontrol itu dibutuhkan supaya target penjualan bisa tercapai. Pun bentuk sistem itu harus membuat para reseller nyaman dan penuh suasana kekeluargaan. “Sehingga diharapkan produktifitas dan daya saing UMKM bisa meningkat,” katanya.
BACA JUGA: Pelatihan Foto Produk Menggunakan Ponsel Diminati Pelaku UMKM
Di samping itu, pelaku UMKM juga perlu menyampaikan informasi produk sedetail mungkin kepada reseller. Jangan sampai reseller tidak memiliki pengetahuan saat memasarkan produknya.“Kalau reseller tidak memiliki pengetahuan yang baik dari produsen jangan berharap benar-benar dapat penghasilan lebih,” katanya.
Kolaborasi antara Direktorat Bina Produktivitas Kemnaker dengan Perkumpulan Bumi Alumni merupakan kerjasama yang sekian kalinya dalam mendukung pengembangan UMKM Alumni Unpad.
Perkumpulan Bumi alumni adalah komunitas Alumni Unpad yang mengembangkan jiwa kewirausahaan untuk kemandirian finansial dibawah pimpinan Ary Zulfikar selaku ketua umum. Komunitas ini juga akan mengembangkan kekuatan jaringan melalui plaftorm digital.
Pelaku UMKM dituntut untuk tetap produktif dan inovatif. Nah salah satu caranya meningkatkan produktivitas yakni bekerja sama dengan reseller.
Hal ini terungkap dalam webinar yang digelar Perkumpulan Bumi Alumni yang mewadahi Komunitas UMKM Alumni Universitas Padjajaran (Unpad) bersama Direktorat Bina Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja.
Webinar mengambil tema “ Reseller Produktif, Cara Jitu di Era New Normal” pada Jumat (23/10/2020) lalu. Webinar ini diselenggarakan untuk memberikan input kepada para pelaku bisnis UMKM, untuk meningkatkan usahanya.
BACA JUGA : Gerakan UMKM Alumni Unpad Buat Webinar Soal Bisnis Buat Pemula
Webinar menghadirkan Direktur Bina Produktivitas Kemenaker Fahrurozi sebagai pembuka kegiatan. Selain itu, dihadirkan tiga narasumber yakni Instruktur Produktivitas P3D Kemnaker Sukron Munawar, Creativpreneur Sigit Sulistianto, dan Owner Bandeng Isi MRB Jarot Medyandoko. Jalannya webinar dipandu oleh Inisiator UMKM Alumni Unpad Dewi Tenty.
Dalam sambutannya, Fahrurozi menyampaikan, di masa pandemi COVID-19 ini,
pelaku UMKM dituntut untuk tetap produktif dan inovatif dengan cara bekerja sama dengan reseller.
“Saya yakin melalui peran reseller di era COVID-19 ini akan membuahkan hasil. Melalui sharing dari narsum yang berbicara produktivitas dengan reseller, kita akan diberikan pengalaman yang berharga,” kata Fahrurozi.
Dewi Tenty selaku moderator dan sekaligus ketua bidang hubungan antar lembaga pada Perkumpulan Bumi Alumni UMKM Unpad dalam pengantarnya mengatakan pandemi mengakibatkan banyaknya pengangguran, tercatat lebih dari 1.9 juta korban PHK. Hilangnya mata pencaharian tentunya tidak harus membuat orang menjadi diam, harus tetap bisa beraktivitas untuk menjaga kesinambungan kehidupan.
BACA JUGA: 37.000 UMKM di Jabar Terdampak Pandemi, Paling Banyak di Tasikmalaya
Bukan hal yang mudah untuk mengubah kebiasaan, dari seorang pegawai menjadi entreprenuer butuh waktu dan skill oleh karenanya salah satu solusi yang ditawarkan adalah menjadi reseller dari suatu produk UMKM. Banyak hal yang bisa di pelajari dan di dapat dari menjadi seorang reseller selain mendapatkan pendapatan, juga bisa meluaskan jejaring pasar. "Seorang reseller yang sukses terkadang memiliki omzet melebihi produsennya sendiri," kata dia.
Kemudian, Sukron Munawar menyatakan, peningkatan produktivitas dari pelaku UMKM juga bisa mengatasi masalah pengangguran di masa pandemi COVID-19. Sebab, peningkatan produktivitas otomatis meningkatkan pendapatan dan menambah jumlah karyawan. “Dan pelaku UMKM yang produktif akan meningkatkan daya saing bangsa,” katanya.
Senada, Sigit Sulistianto menyatakan, palaku UMKM perlu bekerja sama dengan reseller guna meningkatkan pendapatan, produktivitas, dan daya saing. Menurutnya, peran reseller sangat besar dalam menjembatani distribusi produk dari produsen ke konsumen. Pun reseller dapat memperluas jaringan pemasaran.
“Kenapa dibutuhkan reseller? Karena modal utama kita adalah waktu. Dengan adanya reseller kita bisa membagikan waktu, pemasaran, distribusi. Reseller juga menyediakan pasar,” katanya.
Tak jauh berbeda, Jarot Medyandoko menyampaikan, pelaku UMKM tetap harus menjaga kualitas produk untuk menarik reseller.
Setelah banyak reseller yang tertarik, pelaku UMKM perlu membuat sistem untuk mengontrol mereka. Kontrol itu dibutuhkan supaya target penjualan bisa tercapai. Pun bentuk sistem itu harus membuat para reseller nyaman dan penuh suasana kekeluargaan. “Sehingga diharapkan produktifitas dan daya saing UMKM bisa meningkat,” katanya.
BACA JUGA: Pelatihan Foto Produk Menggunakan Ponsel Diminati Pelaku UMKM
Di samping itu, pelaku UMKM juga perlu menyampaikan informasi produk sedetail mungkin kepada reseller. Jangan sampai reseller tidak memiliki pengetahuan saat memasarkan produknya.“Kalau reseller tidak memiliki pengetahuan yang baik dari produsen jangan berharap benar-benar dapat penghasilan lebih,” katanya.
Kolaborasi antara Direktorat Bina Produktivitas Kemnaker dengan Perkumpulan Bumi Alumni merupakan kerjasama yang sekian kalinya dalam mendukung pengembangan UMKM Alumni Unpad.
Perkumpulan Bumi alumni adalah komunitas Alumni Unpad yang mengembangkan jiwa kewirausahaan untuk kemandirian finansial dibawah pimpinan Ary Zulfikar selaku ketua umum. Komunitas ini juga akan mengembangkan kekuatan jaringan melalui plaftorm digital.
(vit)
Lihat Juga :