Kolaborasi Gojek-MRT Percepat Integrasi Transportasi Publik di Jakarta
Minggu, 25 Oktober 2020 - 20:08 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan Raditya tersebut diperkuat dengan data internal Gojek yang menyatakan 1 dari 2 pelanggan Gojek pernah menggunakan layanan Gojek dari atau menuju hub transportasi. Kemudian, jumlah pengguna yang menggunakan layanan GoRide dan GoCar untuk mencapai stasiun MRT pada Desember 2019 meningkat hampir tujuh kali lipat sejak MRT diluncurkan.
Sebelas lokasi stasiun KRL Commuter Line dan Kereta Jarak Jauh juga menjadi titik berangkat dan tujuan yang paling sering dipesan pengguna layanan GoRide di Jabodetabek. (Baca juga: Naik Gojek Makin Aman Selama Pandemi, Nih Alasannya)
Raditya menjelaskan, masyarakat yang menggunakan GoRide dan GoCar sebagai penghubung awal dan akhir perjalanan (first-mile-last-mile) ke pusat transportasi publik juga menghemat waktu perjalanan hingga 40%. Fitur dan layanan GoRide Instan mampu memangkas waktu tunggu pengguna hingga 40% di berbagai titik hubung transportasi publik seperti Stasiun MRT, KRL, dan Transjakarta.
Dalam kesempatan yang sama, Raditya juga mengungkapkan bahwa di masa pandemi COVID-19 ini, Gojek juga telah meluncurkan protokol J3K (Jaga Kebersihan, Kesehatan dan Keamanan) yang tidak dikenai biaya tambahan.
Salah satu bagian dari inisiatif J3K yang berkaitan erat dengan layanan transportasi multi-moda adalah keberadaan Zona Nyaman J3K yang sekaligus berfungsi sebagai titik jemput di berbagai hub transportasi publik.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, menjelaskan, integrasi infrastruktur transportasi kian diperlukan demi meningkatkan pelayanan transportasi publik. (Baca juga: Tinjau Depo MRT, Wagub DKI Ingin Percepatan Pembangunan Fase II)
"Dalam integrasi, Gojek akan melayani last mile atau end mile. Turun dari MRT Lebak Bulus, Gojek bisa berperan mengantarkan masyarakat ke rumah. Integrasi ini yang sangat penting,” jelas William Sabandar.
Menurutnya, integrasi tak hanya aspek layanan tapi juga aspek ticketing lewat GoTransit. "Saya kira itu akan sangat bagus. Jadi masyarakat bisa merasakan suatu kenikmatan, dia keluar dari rumah pakai satu aplikasi sampai ke ujung dia udah selesai dengan satu sistem pembayaran,” kata William Sabandar.
Sebelas lokasi stasiun KRL Commuter Line dan Kereta Jarak Jauh juga menjadi titik berangkat dan tujuan yang paling sering dipesan pengguna layanan GoRide di Jabodetabek. (Baca juga: Naik Gojek Makin Aman Selama Pandemi, Nih Alasannya)
Raditya menjelaskan, masyarakat yang menggunakan GoRide dan GoCar sebagai penghubung awal dan akhir perjalanan (first-mile-last-mile) ke pusat transportasi publik juga menghemat waktu perjalanan hingga 40%. Fitur dan layanan GoRide Instan mampu memangkas waktu tunggu pengguna hingga 40% di berbagai titik hubung transportasi publik seperti Stasiun MRT, KRL, dan Transjakarta.
Dalam kesempatan yang sama, Raditya juga mengungkapkan bahwa di masa pandemi COVID-19 ini, Gojek juga telah meluncurkan protokol J3K (Jaga Kebersihan, Kesehatan dan Keamanan) yang tidak dikenai biaya tambahan.
Salah satu bagian dari inisiatif J3K yang berkaitan erat dengan layanan transportasi multi-moda adalah keberadaan Zona Nyaman J3K yang sekaligus berfungsi sebagai titik jemput di berbagai hub transportasi publik.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, menjelaskan, integrasi infrastruktur transportasi kian diperlukan demi meningkatkan pelayanan transportasi publik. (Baca juga: Tinjau Depo MRT, Wagub DKI Ingin Percepatan Pembangunan Fase II)
"Dalam integrasi, Gojek akan melayani last mile atau end mile. Turun dari MRT Lebak Bulus, Gojek bisa berperan mengantarkan masyarakat ke rumah. Integrasi ini yang sangat penting,” jelas William Sabandar.
Menurutnya, integrasi tak hanya aspek layanan tapi juga aspek ticketing lewat GoTransit. "Saya kira itu akan sangat bagus. Jadi masyarakat bisa merasakan suatu kenikmatan, dia keluar dari rumah pakai satu aplikasi sampai ke ujung dia udah selesai dengan satu sistem pembayaran,” kata William Sabandar.
Lihat Juga :