Insmerda Lebang, Jenderal Toraja Peraih Award Akan Groud Breaking Smelter Nikel Berkolaborasi 4 Negara
Minggu, 25 Oktober 2020 - 10:21 WIB
loading...
Komjen Purn Insmelda Lebang saat menerima award.Foto/Ist
A
A
A
TORAJA - Ketua Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Insmerda Lebang, menerima penghargaan dari National Award Foundation category Indonesia Executive Profesional & Leadership atas konsistensi dan kerja keras beliau.
(Baca juga: Jumlah Napi Lapas Kerobokan Bali Positif COVID-19 Terus Bertambah, Sudah 91 Orang yang Terpapar)
Tokoh Toraja yang juga pernah menjabat Kepala Badan Pembinaan Keamanan Polri (2004-2006) dengan pangkat Komisaris Jendral (Komjen) itu, akan melakukan Ground Breaking Smelter Nikel berkolaborasi empat perusahaan asing, termasuk dari China, Jepang, dan Korea dengan total inveasti Rp51 triliun. Rencananya peletakan batu pertamana akan dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2020 mendatang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah.
(Baca juga: Polres Inhil Amankan Sabu 50 Kg Senilai Rp57 Miliar di Perkebunan Kelapa Sawit)
Smelter akan menghasilkan baterai untuk kendaraan listrik, membutuhkan ribuan tenaga kerja. Artinya, akan membangkitkan kembali ekonomi daerah Sulawesi Tengah pasca bencana gempa dan tsunami 2018.
(Baca juga: Jumlah Napi Lapas Kerobokan Bali Positif COVID-19 Terus Bertambah, Sudah 91 Orang yang Terpapar)
Tokoh Toraja yang juga pernah menjabat Kepala Badan Pembinaan Keamanan Polri (2004-2006) dengan pangkat Komisaris Jendral (Komjen) itu, akan melakukan Ground Breaking Smelter Nikel berkolaborasi empat perusahaan asing, termasuk dari China, Jepang, dan Korea dengan total inveasti Rp51 triliun. Rencananya peletakan batu pertamana akan dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2020 mendatang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah.
(Baca juga: Polres Inhil Amankan Sabu 50 Kg Senilai Rp57 Miliar di Perkebunan Kelapa Sawit)
Smelter akan menghasilkan baterai untuk kendaraan listrik, membutuhkan ribuan tenaga kerja. Artinya, akan membangkitkan kembali ekonomi daerah Sulawesi Tengah pasca bencana gempa dan tsunami 2018.
Lihat Juga :