Penelitian COVID-19 Hampir Selesai, Profesor Ini Ditembak Secara Brutal
Kamis, 07 Mei 2020 - 21:27 WIB
loading...
A
A
A
Liu adalah profesor riset di Fakultas Kedokteran University of Pittsburgh dengan keahlian dalam "pemodelan komputasi dan analisis dinamika sistem biologis". Menurut rekan-rekannya, Profesor Liu sedang meneliti COVID-19 di University of Pittsburgh dan hampir membuat temuan penting tentang penyakit mematikan itu.
Rekan-rekannya menjelaskan dia sedang mengerjakan novel coronavirus dan "mekanisme infeksi" -nya. Mereka berkata bahwa mereka berencana untuk mencoba dan melanjutkan pekerjaannya. Dalam sebuah pernyataan, universitas mengatakan sangat sedih dengan kematian tragis Bing Liu, seorang peneliti yang produktif dan rekan yang dikagumi di universitas.
"Universitas menyampaikan simpati terdalam kami kepada keluarga, teman, dan kolega Liu selama masa sulit ini," kata pihak universitas. (Baca juga; Pandemi Corona Serang 212 Negara dan Menginfeksi 3,8 Juta Orang )
"Bing berada di ambang membuat temuan yang sangat signifikan untuk memahami mekanisme seluler yang mendasari infeksi SARS-CoV-2—virus corona baru penyebab COVID-19—dan dasar seluler dari komplikasi yang menyertainya," kata rekan-rekan korban dalam sebuah pernyataan.
Rekan-rekannya menjelaskan dia sedang mengerjakan novel coronavirus dan "mekanisme infeksi" -nya. Mereka berkata bahwa mereka berencana untuk mencoba dan melanjutkan pekerjaannya. Dalam sebuah pernyataan, universitas mengatakan sangat sedih dengan kematian tragis Bing Liu, seorang peneliti yang produktif dan rekan yang dikagumi di universitas.
"Universitas menyampaikan simpati terdalam kami kepada keluarga, teman, dan kolega Liu selama masa sulit ini," kata pihak universitas. (Baca juga; Pandemi Corona Serang 212 Negara dan Menginfeksi 3,8 Juta Orang )
"Bing berada di ambang membuat temuan yang sangat signifikan untuk memahami mekanisme seluler yang mendasari infeksi SARS-CoV-2—virus corona baru penyebab COVID-19—dan dasar seluler dari komplikasi yang menyertainya," kata rekan-rekan korban dalam sebuah pernyataan.
(wib)
Lihat Juga :