Barata Indonesia Harap PG Bombana Dukung Swasembada Pangan
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 08:53 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Pabrik Gula (PG) Bombana yang dikerjakan oleh PT Barata Indonesia (Persero). Foto/Ist.
A
A
A
SURABAYA - PT Barata Indonesia (Persero) menjadi perusahaan yang menyediakan komponen pembangunan Pabrik Gula (PG) Bombana yang dimiliki PT Prima Alam Gemilang yang saat ini telah memasuki tahap produksi .
(Baca juga: Bisa Dipenjara, Risma Dilaporkan ke Gubernur, DKPP, Bawaslu, dan Mendagri )
PG yang berada di Sulawesi Tenggara tersebut merupakan PG terbesar di Indonesia dimana memiliki kapasitas 12.000 ton cane per day (TCD). Pabrik yang dibangun sejak 2016 ini didukung dengan sumber bahan baku area tebu inti plasma sebesar 22.797 hektare.
"Penyelesaian pembangunan Pabrik Gula ini merupakan komitmen kami dalam mendukung swasembada pangan yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Kami berharap hal ini dapat mendorong multiplier effect ekonomi bagi seluruh pihak," kata Direktur Pemasaran PT Barata Indonesia, Sulistyo Handoko, Sabtu (24/10/2020).
Menurutnya, industri gula nasional sangat berpeluang menjadi penopang swasembada pangan setelah swasembada beras. Untuk itu Barata Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi terhadap terciptanya percepatan kemandirian industri gula dalam negeri. Salah satunya, melalui komitmen penggunaan lokal konten yang tinggi.
(Baca juga: Warga Simalungun Tangkap Anggota Polisi, Diduga Terlibat Narkoba )
"Saya berharap penyelesaian pekerjaan ini sekaligus menguatkan positioning perusahaan sebagai solution provider bagi proyek industri agro tanah air. Khususnya industri gula dalam rangka mengatasi tantangan kelangkaan komoditas gula produksi dalam negeri," terangnya.
(Baca juga: Bisa Dipenjara, Risma Dilaporkan ke Gubernur, DKPP, Bawaslu, dan Mendagri )
PG yang berada di Sulawesi Tenggara tersebut merupakan PG terbesar di Indonesia dimana memiliki kapasitas 12.000 ton cane per day (TCD). Pabrik yang dibangun sejak 2016 ini didukung dengan sumber bahan baku area tebu inti plasma sebesar 22.797 hektare.
"Penyelesaian pembangunan Pabrik Gula ini merupakan komitmen kami dalam mendukung swasembada pangan yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Kami berharap hal ini dapat mendorong multiplier effect ekonomi bagi seluruh pihak," kata Direktur Pemasaran PT Barata Indonesia, Sulistyo Handoko, Sabtu (24/10/2020).
Menurutnya, industri gula nasional sangat berpeluang menjadi penopang swasembada pangan setelah swasembada beras. Untuk itu Barata Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi terhadap terciptanya percepatan kemandirian industri gula dalam negeri. Salah satunya, melalui komitmen penggunaan lokal konten yang tinggi.
(Baca juga: Warga Simalungun Tangkap Anggota Polisi, Diduga Terlibat Narkoba )
"Saya berharap penyelesaian pekerjaan ini sekaligus menguatkan positioning perusahaan sebagai solution provider bagi proyek industri agro tanah air. Khususnya industri gula dalam rangka mengatasi tantangan kelangkaan komoditas gula produksi dalam negeri," terangnya.
Lihat Juga :