Waspada La Nina, Bekasi Siaga Hadapi Banjir dan Longsor
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 08:41 WIB
loading...
BMKG memastikan wilayah Jabodetabek akan mengalami dampak dari fenomena La Nina lebih awal. BPBD Kota Bekasi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
BEKASI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir dan longsor pada musim hujan. Sebab, BMKG memastikan wilayah Jabodetabek akan mengalami dampak dari fenomena La Nina lebih awal
”Kami mendapatkan informasi bahwa fenomena La Nina akan lebih awal berdampak di wilayah Bekasi dan sekitarnya,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPBD Kota Bekasi, Agus Harpa, Jumat (23/10/2020). (Baca juga; Bapeten Nyatakan Perumahan Batan Indah Aman dari Radiasi )
Menurut dia, pemerintah dan masyarakat Bekasi harus bersiaga dengan potensi ancaman bencana ini. Untuk itu, adanya RW Siaga, Pemuda Tanggap Bencana, dan Kelurahan Tangguh Bencana, diharapkan juga berperan aktif bila sewaktu-waktu terjadi bencana.
Pemerintah Kota Bekasi melalui BPBD Kota Bekasi juga akan siap siaga membantu warga yang membutuhkan bantuan saat bencana, walaupun SDM dan sarana prasarana belum mencukupi. ”Personel dan perahu karet disiagakan di 12 kecamatan. Dapur umum darurat juga siap sedia saat dibutuhkan,” ungkapnya.
Sebagai deteksi dini banjir, BPBD Kota Bekasi bersama stakeholder terkait memantau 24 jam perbatasan termasuk di 5 titik pantau Kali Bekasi. Ini penting dilakukan sebab banjir terjadi diwilayah perumahan yang berada di sekitar aliran Kali Bekasi.”Kita masih terus pantau Kali Bekasi, karena sumber Bekasi banjir dari luapan sungai ini,” ujarnya.
”Kami mendapatkan informasi bahwa fenomena La Nina akan lebih awal berdampak di wilayah Bekasi dan sekitarnya,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPBD Kota Bekasi, Agus Harpa, Jumat (23/10/2020). (Baca juga; Bapeten Nyatakan Perumahan Batan Indah Aman dari Radiasi )
Menurut dia, pemerintah dan masyarakat Bekasi harus bersiaga dengan potensi ancaman bencana ini. Untuk itu, adanya RW Siaga, Pemuda Tanggap Bencana, dan Kelurahan Tangguh Bencana, diharapkan juga berperan aktif bila sewaktu-waktu terjadi bencana.
Pemerintah Kota Bekasi melalui BPBD Kota Bekasi juga akan siap siaga membantu warga yang membutuhkan bantuan saat bencana, walaupun SDM dan sarana prasarana belum mencukupi. ”Personel dan perahu karet disiagakan di 12 kecamatan. Dapur umum darurat juga siap sedia saat dibutuhkan,” ungkapnya.
Sebagai deteksi dini banjir, BPBD Kota Bekasi bersama stakeholder terkait memantau 24 jam perbatasan termasuk di 5 titik pantau Kali Bekasi. Ini penting dilakukan sebab banjir terjadi diwilayah perumahan yang berada di sekitar aliran Kali Bekasi.”Kita masih terus pantau Kali Bekasi, karena sumber Bekasi banjir dari luapan sungai ini,” ujarnya.
Lihat Juga :