Sentra Pasar Burung dan Batu Akik, Ceruk Ekonomi Baru Eks Lokalisasi Dolly
Kamis, 22 Oktober 2020 - 07:20 WIB
loading...
Eks lokalisasi Dolly kini memiliki pasar burung dan sentra batu akik. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Pemkot Surabaya berupaya meningkatkan roda perekonomian warga di eks Lokalisasi Dolly. Salah satunya membangun pasar burung dan batu akik yang terletak di Jalan Kupang Gunung.
Pasar burung dan batu akik yang memiliki luas 840 meter persegi ini, diresmikan langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Rabu (21/10/2020) sore.
Risma menuturkan, pasar ini dibangun atas usulan warga. Harapannya, dapat menjadi wadah bagi pecinta burung atau komunitas burung untuk mengadakan lomba sembari berwisata kuliner. Sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Yang paling penting bagi pemerintah kota bagaimana warga bisa mengakses perekonomiannya lebih baik. Mudah-mudahan mereka bisa jalan di masa pandemi ini,” katanya.
Di kawasan ini, lanjutnya, tak hanya terdapat pasar burung dan batu akik. Berbagai jenis sentra UMKM , seperti sandal, batik hingga kerupuk ada di sini.
"Tuhan memberikan kelebihan lain kepada warga di sekitaran kawasan eks lokalisasi ini, warga di sini dikaruniai talenta. Jadi sekali diajarkan itu mereka bisa mengembangkan luar biasa,” katanya.
Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini kembali mengungkapkan alasan menutup kawasan yang dulunya menjadi tempat lokalisasi.
Pasar burung dan batu akik yang memiliki luas 840 meter persegi ini, diresmikan langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Rabu (21/10/2020) sore.
Risma menuturkan, pasar ini dibangun atas usulan warga. Harapannya, dapat menjadi wadah bagi pecinta burung atau komunitas burung untuk mengadakan lomba sembari berwisata kuliner. Sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Yang paling penting bagi pemerintah kota bagaimana warga bisa mengakses perekonomiannya lebih baik. Mudah-mudahan mereka bisa jalan di masa pandemi ini,” katanya.
Di kawasan ini, lanjutnya, tak hanya terdapat pasar burung dan batu akik. Berbagai jenis sentra UMKM , seperti sandal, batik hingga kerupuk ada di sini.
"Tuhan memberikan kelebihan lain kepada warga di sekitaran kawasan eks lokalisasi ini, warga di sini dikaruniai talenta. Jadi sekali diajarkan itu mereka bisa mengembangkan luar biasa,” katanya.
Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini kembali mengungkapkan alasan menutup kawasan yang dulunya menjadi tempat lokalisasi.
Lihat Juga :