Warga Gunungkidul Simpan Alquran Tulisan Tangan Berusia Dua Abad
Rabu, 21 Oktober 2020 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
Penyebarluasan Islam terus dilakukan oleh keluarga turunan Wiroyudo ini. Sebuah Alquran bersampulkan kulit juga ditulis tangan, sampai pada akhirnya Jayani mendapatkan mandat untuk menjaga dan merawat Alquran tersebut. Selain itu dia juga diminta untuk menyuburkan kegiatan masjid Al Jami'.
"Kemungkinan Alquran ini dibuat sejak masa Muhammad Ihsan untuk menyebarluaskan Islam di kalangan masyarakat. Tapi saya kurang paham kapan ditulisnya," lanjut dia.(Baca juga : Cupu Kyai Panjala Dipercaya Jadi Ramalan Situasi Negara Termasuk soal Pilkada )
Kepala Bidang Warisan Budaya, Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul Agus Mantara mengatakan, Alquran, masjid dan bedug sudah menjadi cagar budaya Gunungkidul sejak 2018 lalu. Pemerintah memberikan perhatian khusus agar tetap lestari keberadaannya.
“Untuk Alquran itu kemungkinan ditulis sekitar tahun 1824. Kita terus lestarikan karena ini bisa menjadi salah satu bagian wisata religi dan sejarah,” katanya.
"Kemungkinan Alquran ini dibuat sejak masa Muhammad Ihsan untuk menyebarluaskan Islam di kalangan masyarakat. Tapi saya kurang paham kapan ditulisnya," lanjut dia.(Baca juga : Cupu Kyai Panjala Dipercaya Jadi Ramalan Situasi Negara Termasuk soal Pilkada )
Kepala Bidang Warisan Budaya, Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul Agus Mantara mengatakan, Alquran, masjid dan bedug sudah menjadi cagar budaya Gunungkidul sejak 2018 lalu. Pemerintah memberikan perhatian khusus agar tetap lestari keberadaannya.
“Untuk Alquran itu kemungkinan ditulis sekitar tahun 1824. Kita terus lestarikan karena ini bisa menjadi salah satu bagian wisata religi dan sejarah,” katanya.
(nun)
Lihat Juga :