PMI Solo Sediakan Terapi Plasma Konvalesen untuk Pasien COVID-19
Selasa, 20 Oktober 2020 - 12:43 WIB
loading...
Fasilitas di PMI Solo untuk melayani terapi plasma konvalesen bagi pasien COVID-19. Foto/Ist
A
A
A
SOLO - Palang Merah Indonesia (PMI) Solo siap menyediakan plasma konvalesen bagi pasien COVID-19. Mantan pasien yang telah sembuh diharapkan turut membantu proses penyembuhan pasien COVID-19 melalui donor plasma.
Kepala Unit Donor Darah PMI Solo, Kunti Dewi Saraswati mengatakan, terapi plasma konvalesen bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi Solo, dan RS Universitas Sebelas Maret (UNS), RSUP dr Suraji Tirtonegoro Klaten dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
"Hingga saat ini sudah melakukan plasma konvalesen untuk membantu penyembuhan pasien COVID-19 sebanyak sembilan kali,” kata Kunti Dewi Saraswati, Selasa (20/10/2020).
Tujuh kali dengan RS UNS RSUD Dr Moewardi solo. Dua kali dengan RSUP dr Suraji Tirtonegoro Klaten dan tahap diskusi dengan Balitbangkes.
Donor plasma konvalesen volume dan tekniknya berbeda. Jika donor biasa diambil satu kantong darah lengkap sebanyal 350/450 ml, untuk plasmapheresis atau plasma konvalesen hanya diambil salah satu komponennya saja. “Yang diambil hanya plasmanya saja,” jelasnya.
Plasmapheresis dilakukan pengambilan sebanyak 500 ml dengan pembagian 400 ml dibagi lagi menjadi 2 kantong diberikan kepada pasien, dan 100 ml untuk arsip.
Donor plasma konvalesen dilakukan jika ada permintaan saja dari rumah sakit dalam dan luar kota solo. Sehingga di PMI Solo tidak ada stoknya. Namun sistemnya jika dibutuhkan, donor plasma baru dilakukan dan langsung diberikan kepada pasien terkonfirmasi COVID-19.
Kepala Unit Donor Darah PMI Solo, Kunti Dewi Saraswati mengatakan, terapi plasma konvalesen bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi Solo, dan RS Universitas Sebelas Maret (UNS), RSUP dr Suraji Tirtonegoro Klaten dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
"Hingga saat ini sudah melakukan plasma konvalesen untuk membantu penyembuhan pasien COVID-19 sebanyak sembilan kali,” kata Kunti Dewi Saraswati, Selasa (20/10/2020).
Tujuh kali dengan RS UNS RSUD Dr Moewardi solo. Dua kali dengan RSUP dr Suraji Tirtonegoro Klaten dan tahap diskusi dengan Balitbangkes.
Donor plasma konvalesen volume dan tekniknya berbeda. Jika donor biasa diambil satu kantong darah lengkap sebanyal 350/450 ml, untuk plasmapheresis atau plasma konvalesen hanya diambil salah satu komponennya saja. “Yang diambil hanya plasmanya saja,” jelasnya.
Plasmapheresis dilakukan pengambilan sebanyak 500 ml dengan pembagian 400 ml dibagi lagi menjadi 2 kantong diberikan kepada pasien, dan 100 ml untuk arsip.
Donor plasma konvalesen dilakukan jika ada permintaan saja dari rumah sakit dalam dan luar kota solo. Sehingga di PMI Solo tidak ada stoknya. Namun sistemnya jika dibutuhkan, donor plasma baru dilakukan dan langsung diberikan kepada pasien terkonfirmasi COVID-19.
Lihat Juga :