Pasien Covid-19 Kabur dan Berbaur ke Pendemo Saat Ingin Diisolasi
Selasa, 20 Oktober 2020 - 10:30 WIB
loading...
Mobil Ambulance terparkir di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakpus. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Manfaatkan jalanan macet, pemilik panti pijat Wijaya, E (34) nekat melarikan diri saat hendak dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran untuk menjalani isolasi . E sendiri diketahui merupakan pemilik dari panti pijat yang kemudian diamankan setelah tiga pilar Kecamatan Kebon Jeruk menggerebek tempatnya sehari sebelumnya. Saat dilakukan tes swab, ia diketahui positif Covid-19 .
Kepala Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia Kedoya, Susan J Zulkifli mengatakan, peristiwa kaburnya E itu terjadi pada Kamis 8 Oktober 2020. (Baca juga: Jenazah Pasien COVID-19 di Jember Disalatkan di Tengah Jalan Raya )
Saat itu E dan 7 karyawannya yang terpapar Covid-19 hendak dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran untuk jalani isolasi. Namun saat ambulans melintasi kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. E yang berada di baris kedua nekat membuka pintu dan melarikan diri. Ia kemudian membaur dengan pendemo UU Cipta Kerja dan menghilang dalam kerumunan.
Hingga berita ditulis, E tak kunjung ditemukan. Sementara pihak panti sendiri telah melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang. "Dia loncat dikerumunan massa saat mobil jalan pelan karena jalanan dipenuhi massa pendemo," terang Susan, Selasa (20/10/2020).
Susan menjelaskan, terpaparnya E diketahui dari hasil swab test setelah tiga pilar Kebon Jeruk menggerebek panti pijat Wijaya karena beroperasi di masa PSBB. Saat itu ada 11 wanita, selain E, yang diamankan. Mereka diketahui terapis.
Kepala Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia Kedoya, Susan J Zulkifli mengatakan, peristiwa kaburnya E itu terjadi pada Kamis 8 Oktober 2020. (Baca juga: Jenazah Pasien COVID-19 di Jember Disalatkan di Tengah Jalan Raya )
Saat itu E dan 7 karyawannya yang terpapar Covid-19 hendak dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran untuk jalani isolasi. Namun saat ambulans melintasi kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. E yang berada di baris kedua nekat membuka pintu dan melarikan diri. Ia kemudian membaur dengan pendemo UU Cipta Kerja dan menghilang dalam kerumunan.
Hingga berita ditulis, E tak kunjung ditemukan. Sementara pihak panti sendiri telah melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang. "Dia loncat dikerumunan massa saat mobil jalan pelan karena jalanan dipenuhi massa pendemo," terang Susan, Selasa (20/10/2020).
Susan menjelaskan, terpaparnya E diketahui dari hasil swab test setelah tiga pilar Kebon Jeruk menggerebek panti pijat Wijaya karena beroperasi di masa PSBB. Saat itu ada 11 wanita, selain E, yang diamankan. Mereka diketahui terapis.
Lihat Juga :