PSBK Diberlakukan di Makassar, 4 Kecamatan Diperketat

Senin, 13 April 2020 - 06:54 WIB
loading...
PSBK Diberlakukan di...
Upaya menanggulangi penyebaran COVID-19 terus dilakukan. Pembatasan Sosial Skala Kecil (PSBK) mulai dilakukan Minggu (12/4/2020) di 4 Kecamatan di Makassar. Foto/Ilustrasi/SINDOnews.dok
A A A
MAKASSAR - Upaya menanggulangi penyebaran virus corona (COVID-19) terus dilakukan. Pembatasan Sosial Skala Kecil (PSBK) mulai dilakukan Minggu (12/4/2020) di empat Kecamatan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Samad Suhaeb menjelaskan bahwa hal ini merupakan upaya yang dilakukan dalam menerapkan physical distancing utamanya terhadap daerah-daerah yang menjadi epicentrum penularan Covid-19 di Kota Makassar.

"Transmisi lokal yang banyak, hal itu karena kontak antar masyarakat di sekitar situ sangat berpengaruh dengan physical distancing. Tidak ada lagi cara lain dengan melakukan itu physical distancing, isolasi di rumah dengan tidak lagi penerimaan tamu dari luar kepada warga yang bermukim di situ,"ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa hingga saat ini pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih belum diputuskan lantaran menunggu kajian dari Universitas Hasanuddin, yakni apakah sudah benar-benar patut diterapkan atau belum.

Terlebih hal ini masih perlu dibicarakan ke tingkat provinsi lantaran untuk PSBB akan melibatkan wilayah lain yang secara tidak langsung akan ikut terdampak seperti Gowa dan Maros.

Juru Bicara Tim Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Makassar, Ismail Hajiali menjelaskan bahwa empat wilayah yang bakal terkena PSBK di antaranya Kecamatan Ujung Pandang, Tamalate, Rappocini dan Makassar.

"Jadi info yang saya dapat ini dari hasil pemaparan kemarin ini di posko covid provinsi ternyata bukan panakkukang tapi Makassar ini saya masih konfirmasi, jadi Ujung Pandang Makassar Rappocini Tamalate," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa untuk teknis penerapan PSBK seyogyanya Makassar telah melakukan hal ini. "Sekolah sudah libur, pegawai sudah diliburkan, tapi terjadwal, transportasikan ini, yah tidak dihentikan tapi berhenti sendiri itukan poin besarnya," katanya.

Lebih lanjut PSBK lebih menekankan pada pengawasan masyarakat yang bakal lebih diperketat dari sebelumnya terhadap aktifitas masyarkat di wilayah yang ditentukan utamanya pada orang-orang yang berstatus OPD, PDP dan yang positif.

Mengenai perbedaan dengan karantina parsial, dia menjelaskan bahwa untuk penindakan pada rana PSBK telah ada tindakan tegas, berbeda degan saat karantina parsial dimana sifatnya hanya imbauan. "Yah paling tidak orang bilang kalau sudah ditegur dan masih dilaksanakan yah (ada) namun untuk denda masih belum ada, tapi saya kira tingkatannya ini lebih kencang PSBK," ujar Ismail.

Sementara bantuan khusus sembako bagi wilayah-wilayah tersebut masih mengandalkan bantuan donasi yang saat ini masih tetap berjalan dan dilakukan oleh Dinsos dipastikan wilayah-wilayah yang masuk ke dalam PSBK bakal menjadi prioritas nantinya. "Empat ini tetap menjadi prioriti tapi yang lain juga bukan berarti tidak dikasi," katanya.
(sun)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polemik Paskibraka Sulsel,...
Polemik Paskibraka Sulsel, Pengamat Wanti-wanti Tidak Jadi Ajang Politik Praktis
27.969 Bidang Tanah...
27.969 Bidang Tanah Milik Pemda di Sulsel Senilai Rp27,5 Triliun Belum Bersertifikat
Pesawat ATR Jatuh di...
Pesawat ATR Jatuh di Sulsel Pernah Ikut Bantu Cari Korban Kapal Terbakar
Pesawat ATR Hilang Kontak...
Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros Angkut 11 Orang
Basarnas Kerahkan Puluhan...
Basarnas Kerahkan Puluhan Personel Cari Pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros
Pesawat ATR 400 Indonesia...
Pesawat ATR 400 Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros
Perindo Bakal Lantik...
Perindo Bakal Lantik Tokoh Daerah yang Punya Rekam Jejak dan Jadi Corong Aspirasi Masyakat Sulsel
3 Jenderal TNI Asli...
3 Jenderal TNI Asli Makassar Berkarier Moncer, Harumkan Sulawesi Selatan
Hadiri Pengukuhan Kerukunan...
Hadiri Pengukuhan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, AYP: Perkuat Komitmen Merah Putih dan Ekonomi Bangsa
Rekomendasi
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved