Polda Jabar: Rp12 Juta Disiapkan untuk Beli Nasi Bungkus-Air Mineral Demonstran

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 21:24 WIB
loading...
Polda Jabar: Rp12 Juta...
Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol CH Patoppoi (kanan) dan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi
A A A
BANDUNG - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar menemukan fakta mengejutkan setelah memeriksa enam orang dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jabar terkait dugaan penyekapan dan penganiayaan serta unjuk rasa menolak Omnibus Law di DRPD Jabar yang berujung anarkistis beberapa waktu lalu.

Hasil pemeriksaan yang dilaksanakan pada Kamis 15 Oktober 2020 tersebut, penyidik mendapatkan pengakuan ada pengumpulan dana Rp12 juta untuk logistik berupa nasi bungkus dan air mineral yang dibagikan kepada para pengunjuk rasa. (BACA JUGA: Kasus Penyekapan-Penganiayaan Polisi, Kabid Humas: Bakal Ada Tersangka Baru )

Informasi yang diperoleh menyebutkan, meski dipanggil atas nama pribadi dan kapasitasnya sebagai Tim Konsumsi/Pengadaan Logistik Posko Kemanusiaan, tetapi saksi L merupakan bendahara KAMI Jabar. (BACA JUGA: 6 Aktivis KAMI Jabar Diperiksa 7 Jam dan Dicecar Lebih dari 10 Pertanyaan )

"Saksi berinisial L yang telah diperiksa penyidik memberikan keterangan, ada uang terkumpul senilai Rp12 juta dari sumbangan relawan. Uang itu digunakan untuk beli nasi bungkus dan air mineral yang kemudian dibagikan kepada pengunjuk rasa," kata Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol CH Patoppoi kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (17/10/2020). (BACA JUGA: Bantah Sekap-Aniaya Polisi, Ini Kronologi Kejadian Versi KAMI Jabar )

Presidium KAMI Jabar Syafril Sofyan mengatakan, di posko kemanusiaan di sebuah rumah Jalan Sultan Agung, Kota Bandung, terdapat sejumlah simpatisan KAMI Jabar yang bertugas membagikan air minum, petugas kesehatan, ambulans, dan mobil minibus untuk mengantarkan korban, baik pengunjuk rasa maupun aparat keamanan, ke rumah sakit. "Di posko juga ada dua dokter," kata Syafril.



Sementara itu, Presidium KAMI JABAR sekaligus Korlap Tim Kemanusiaan Robby Win Kadir meluruskan beberapa berita yang beredar terkait pemanggilan dan pemeriksaan terhadap enam orang oleh Ditreskrimum Polda Jabar pada Kamis 15 Oktober 2020.

"Dalam surat pemanggilan adalah untuk diminta keterangan sebagai saksi oleh penyelidik dengan surat panggilan resmi kepada personal tanpa penyebutan posisi mereka di organisasi. Pemanggilan diminta keterangan sebagai saksi sehubungan dengan sudah ada tiga orang yang menjadi tersangka dugaan pemukulan terhadap seseorang yang ternyata polisi berpakaian preman," kata Robby dalam keterangan tertulisnya.

Namun dalam pemberitaan media, ujar Robby, dirinya dipanggil sebagai Presidium KAMI. Yang benar adalah, dirinya (Robby Win Kadir) dipanggil sebagai saksi yang melihat dan mendengar kejadian dalam kapasitasnya sebagai Korlap Tim Kemanusiaan.

Kemudian, Lusiana adalah Tim Konsumsi/Pengadaan Logistik Posko Kemanusiaan yang kebetulan adalah Bendahara 3 KAMI Jabar. Saudara Prio disebutkan sebagai Presidium KAMI yang benar adalah anggota jaringan KAMI yang meminjamkan tempat berupa garasi untuk pos kemanusiaan. Begitu juga Amin Bukhaeri dan Octavianus adalah simpatisan KAMI.

"KAMI berpartisipasi untuk membantu korban unjuk rasa baik peserta maupun petugas. Kegiatan kemanusiaan, menyediakan Tim Kesehatan (didampingi dua dokter) serta tim evakuasi serta kendaraan yang bisa secara cepat membawa ke RS," ujar Robby.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekam Jejak Taufik Hidayat,...
Rekam Jejak Taufik Hidayat, Pernah Lakukan Penganiayaan dan Kasus Penggelapan Motor
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
8 Fakta Kasus Penyekapan...
8 Fakta Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat, Korban Hilang Sejak 3 Tahun Lalu
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Rekomendasi
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Tersangka Korupsi MBG
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Siap Hadapi Sidang Perdana...
Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didampingi 25 Advokat
Berita Terkini
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
Suasana Jelang Sidang...
Suasana Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa, TNI-Polri dan Rantis Brimob Bersiaga di PN Jaktim
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
Infografis
Beragam Manfaat Air...
Beragam Manfaat Air Rebusan Daun Kelor untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved