20 Tahun Tempati Rumah Gubuk, Pasangan Tunanetra di Kuta Baro Terima Rumah Bantuan Pemerintah Aceh

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 17:22 WIB
loading...
20 Tahun Tempati Rumah...
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh, T. Mirzuan, didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto menyerahkan bantuan rumah layak huni untuk kaum dhuafa di Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Jumat (16/10/2020) Puk
A A A
ACEH BESAR - Pemerintah Aceh menyerahkan bantuan rumah layak huni untuk pasangan tunanetra di Gampong Lam Neuheun, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Jumat (16/10/2020). Pasangan suami-istri penyandang disabilitas ini yakni Razali (70) dan istrinya Nur Aini (60).

Proses serah terima rumah berkontruksi beton itu dilakukan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh, T. Mirzuan, didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh Muhammad Iswanto. "Ini rumah bantuan dari Pemerintah Aceh, sudah siap, sudah bisa ditempati," ujar T. Mirzuan yang disambut haru pasangan tersebut.

Razali dan Nur Aini mengaku cukup gembira mendapat rumah bantuan tersebut. Keduanya telah menunggu momen itu selama 20 tahun. Selama itu pula pasangan renta yang belum dikaruniai anak itu bertahan hidup di rumah gubuk berkontruksi kayu.

"Hidup kami sulit sekali. Kami berdua tidak bisa melihat," kata Nur Aini yang duduk bersisian dengan suaminya."Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur. Rumah ini sudah saya terima," lanjut wanita yang mulai tidak bisa melihat sejak usia 7 bulan itu.

Nur Aini bercerita, ia bersama suaminya selama ini mengais rezeki dengan menawarkan jasa pijat. Para pelanggan adalah warga sekitar yang datang ke rumah mereka. "Kadang orang-orang datang ke sini, kadang kami dijemput," katanya.

Rumah layak huni yang diterima pasangan ini adalah type 36 , dengan dua kamar tidur, satu ruang tamu, dapur dan kamar mandi.

Dengan memiliki rumah layak huni tersebut, kata Nur Aini, ia dan suaminya bisa lebih nyaman menerima pelanggan yang datang ke rumah mereka. Mereka berencana memfungsikan satu kamar khusus untuk menerima pelanggan pijat.

Selain untuk pasangan tersebut, pada kesempatan itu Pemerintah Aceh juga menyerahkan rumah bantuan untuk dua keluarga miskin lainnya di desa tersebut. Mereka adalah keluarga M. Sattar dan Sofyan Ahmad.

Kepala Dinas Perkim Aceh, T. Mirzuan, dalam penjelasannya mengatakan sepanjang tahun 2020 Pemerintah Aceh melalui Dinas Perkim telah merealisasikan pembangunan 4.042 unit rumah layak huni untuk kaum duafa dan masyarakat miskin yang tersebar di seluruh kabupaten kota di Aceh.

"Khusus untuk Aceh Besar sudah terealisasi 406 unit. Untuk Kecamatan Kuta Baro 59 unit, dan khusus untuk Gampong Lam Neuheun ini ada 5 unit," ujar T. Mirzuan.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, mengatakan, pembangunan rumah layak huni merupakan program prioritas Pemerintah Aceh untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan.

“Rumah layak huni yg merupakan salah satu dari 15 program unggulan Pemerintah Aceh (Aceh Seuniya), terus dibangun ini di seluruh kabupaten dan kota di Aceh dengan tujuan memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan," kata Iswanto.

Pada tahun 2019 lanjut Iswanto, Pemerintah Aceh juga telah membangun 4.007 rumah layak huni untuk masyarakat miskin dan dhuafa.

Iswanto berharap, pembangunan rumah layak huni itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan di Aceh.
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapolda Jabar Bantu...
Kapolda Jabar Bantu 30 Rumah Layak Huni bagi Warga Kurang Mampu di Kabupaten Bandung
Peduli Disabilitas,...
Peduli Disabilitas, Peradi SAI Bersama Lions Club Gelar White Cane Safety Day 2025
Bimtek Penjamah Makanan...
Bimtek Penjamah Makanan untuk Makan Bergizi Gratis di Aceh Dibuka Bupati Aceh Besar
Kisah Inspiratif Desa...
Kisah Inspiratif Desa Umong Seuribee, dari Petani Subsisten Menjadi Eksportir Minyak Nilam
Heboh! Santri di Aceh...
Heboh! Santri di Aceh Barat Digunduli dan Disiram Air Cabai Gegara Merokok
Perjuangan 2 Bidan di...
Perjuangan 2 Bidan di Pulo Aceh: Mengabdi di Pulau Terluar dengan Nyawa Taruhan
Mendobrak Batas: 36...
Mendobrak Batas: 36 Profesi Buktikan Tunanetra Mampu Taklukkan Sektor Formal
Mengenal Film yang Inklusif...
Mengenal Film yang Inklusif dan Aksesibel: Nonton Bareng Film Hingga Pelatihan Public Speaking Bagi Siswa Disabilitas Netra
Pesantren Tahfidz Tunanetra...
Pesantren Tahfidz Tunanetra Putri Pertama Sam’an Cinta Qur’an Diresmikan
Rekomendasi
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Saat Negeri Hoki Demam...
Saat Negeri Hoki Demam Sepak Bola
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Berita Terkini
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo di PN Jaksel Digelar Hari Ini
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved