DKI Kembali PSBB, BPTJ: Transportasi Publik Jabodetabek Tetap Berjalan
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 03:44 WIB
loading...
A
A
A
Tentang bagaimana pembatasan dan pengendalian dilakukan, Polana menambahkan bahwa Pemerintah Daerah di wilayah Jabodetabek dapat menyusun aturan pelaksana dengan mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 41 Tahun 2020 tentang PengendalianTransportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.
Pada dasarnya menurut Polana pembatasan kapasitas dilakukan agar penyelenggaraan transportasi dapat menegakkan protokol kesehatan terutama physical distancing.
Sementara itu pembatasan frekuensi dengan sendiri dilakukan karena demand berkurang selain karena juga untuk mengurangi kemungkinan pergerakan aktifitas yang tidak perlu.
Tingkat pembatasan kapasitas maupun frekwensi menurut Polana dapat menyesuaikan kondisi terakhir dari status penyebaran covid-19 di suatu wilayah.
"Untuk Jabodetabek mengingat telah menjadi wilayah teraglomerasi, BPTJ selalu mengupayakan agar kebijakan transportasi yang diputuskan oleh Pemerintah Daerah di dalamnya dapat sinkron satu sama lain," ucap Polana.
Setelah lebih dari enam bulan penyelenggaran transportasi publik pada masa pandemi di wilayah Jabodetabek, ternyata terdapat beberapa kecenderungan positif muncul pada perilaku pengguna angkutan umum massal.
Pada dasarnya menurut Polana pembatasan kapasitas dilakukan agar penyelenggaraan transportasi dapat menegakkan protokol kesehatan terutama physical distancing.
Sementara itu pembatasan frekuensi dengan sendiri dilakukan karena demand berkurang selain karena juga untuk mengurangi kemungkinan pergerakan aktifitas yang tidak perlu.
Tingkat pembatasan kapasitas maupun frekwensi menurut Polana dapat menyesuaikan kondisi terakhir dari status penyebaran covid-19 di suatu wilayah.
"Untuk Jabodetabek mengingat telah menjadi wilayah teraglomerasi, BPTJ selalu mengupayakan agar kebijakan transportasi yang diputuskan oleh Pemerintah Daerah di dalamnya dapat sinkron satu sama lain," ucap Polana.
Setelah lebih dari enam bulan penyelenggaran transportasi publik pada masa pandemi di wilayah Jabodetabek, ternyata terdapat beberapa kecenderungan positif muncul pada perilaku pengguna angkutan umum massal.
Lihat Juga :