Biar Hidup Tenang, Risma: Warga Jangan Mudah Terpengaruh Hoaks

loading...
Biar Hidup Tenang, Risma: Warga Jangan Mudah Terpengaruh Hoaks
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta kepada warga untuk tidak mudah terpengaruh ajakan serta narasi hoaks demi menjaga kondusifitas Kota Surabaya. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta kepada warga untuk tidak mudah terpengaruh ajakan serta narasi hoaksdemi menjaga kondusifitas Kota Surabaya.

“Betapa keamanan suatu kota dan individu itu sangat tinggi nilainya, karena dengan aman, kita bisa beraktivitas dan mengerjakan semua pekerjaan dengan tenang,” kata Risma ketika ditemui di rumah dinasnya Jalan Sedap Malam, Kamis (15/10/2020). (Baca juga: Hoaks Merajalela di Media Sosial)

Ia mengaku tidak bisa membayangkan jika Kota Surabaya kacau dan tidak aman. Maka, warga akan sulit beraktivitas dan akan ketakutan serta was-was jika beraktivitas di luar rumah, karena kondisinya tidak aman. (Baca juga: Pria Lajang di Mojokerto Sebar Hoaks Polsek Sarang Teroris)

Pihaknya masih terus bekerja keras untuk menyelesaikan pandemi COVID-19. Sebab, akibat pandemi ini banyak keterbatasan dalam beraktivitas. Ia mencontohkan penjual makanan di warung harus dibatasi, sehingga hal ini berdampak pada perekonomian warga.

“Makanya, saya dan teman-teman Pemkot Surabaya berusaha bagaimana pandemi ini secepat mungkin berakhir di Surabaya. Kita masih harus tetap menjaga supaya kondisi ini semakin baik, sehingga kota ini bisa segera normal,” ucapnya.



Akibat pandemi ini anak-anak tidak bisa sekolah dan harus belajar via daring dari rumahnya masing-masing. Ia menegaskan, teori apapun mengatakan bahwa tidak akan sempurna pembelajaran semacam itu, karena anak-anak itu butuh sentuhan supaya mereka semakin semangat dalam belajar, percaya diri dan berani dalam mengutarakan pendapatkan, sehingga memang belajar dengan tatap muka itu sangat penting.

“Saya tahu kondisi ini sangat berbeda dibanding kondisi sebelumnya, banyak ajakan dan hoaks yang mungkin akan sangat mempengaruhi kita. Makanya saya berharap mari kita hati-hati di dalam mengambil keputusan. Karena apapun itu bisa berdampak pada kita, keluarga dan saudara-saudara kita yang ada di Surabaya,” imbuhnya.

Oleh karena itu, sekali lagi Risma mengajak kepada seluruh warga Kota Surabaya untuk bersama-sama membantu menjaga kondusifitas Kota Surabaya dengan tidak mudah percaya kepada ajakan-ajakan atau hoaks yang dapat mempengaruhi perilaku berkehidupan di Kota Surabaya.



“Jangan sampai kita kisruh atau pun merusak hingga bisa mengganggu aktivitas dan pola pikir kita, karena tentunya kondisi ini tidak akan nyaman, sebab berpengaruh pada perasaan dan emosi kita,” tegasnya.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini juga menjelaskan alasan menjaga kota ini selalu bersih, teratur dan rapi seperti saat ini. Bahkan, di tengah biaya yang sangat terbatas, ia terus mencoba membuat kota ini menjadi indah supaya seluruh warga Kota Surabaya aman, tenang, dan damai serta rukun. “Mari kita jaga kota ini supaya selalu stabil dan aman seperti saat ini,” katanya.

Selain itu, Risma meminta kepada anak-anak Surabaya untuk tidak ikut-ikutan hal-hal yang belum seharusnya mereka mengerti. Menurutnya, ada saatnya kelak anak-anak itu mengerti dan paham pada hal tersebut, sehingga saat itulah mereka baru bisa mengambil keputusan.

“Tapi untuk saat ini, tolong dijaga dan diawasi anak-anak kita, yang sekaligus anak-anak saya juga, jangan sampai ikut-ikutan yang nantinya seumur hidup mereka dia ingat. Mereka harus dilindungi, harus dijaga supaya mereka berkehidupan normal dan tidak berpikir di luar kemampuan mereka,” tegasnya.
(shf)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top