Kabar Baik, Kalsel Keluar dari Zona Merah Covid-19
Kamis, 15 Oktober 2020 - 19:13 WIB
loading...
Upaya penanganan Covid-19 di Kalsel membuahkan hasil. Terbaru sinergitas penanganan dari Pemprov, Polda, Korem dan Satgas berhasil membawa Kalsel keluar dari zona merah menjadi oranye. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
BANJARMASIN - Upaya penanganan Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) membuahkan hasil. Terbaru sinergitas penanganan dari Pemprov, Polda, Korem, dan Satgas berhasil membawa Kalsel keluar dari zona merah menjadi oranye.
Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta mengatakan, langkah-langkah yang dilakukan Forkompimda Kalsel yakni meningkatkan angka kesembuhan, serta menekan penambahan kasus positif dan jumlah kematian. Untuk peningkatan kesembuhan, tim Gugus Tugas memaksimalkan testing, tracing, dan treatment. (Baca juga: Positif Covid-19, Sebanyak 117 Peserta Tes SKB CPNS Minta Penjadwalan Ulang)
"Pemberdayaan Tim KIE (komunikasi, edukasi dan informasi), peningkatan kapasitas RS rujukan dan fasilitasnya, peningkatan kapasitas tempat karantina, peningkatan kapasitas uji PCR dan TCM, serta bersama Polda Kalsel dan TNI mengevakuasi isolasi mandiri ke RS (yang punya komorbid) dan tempat karantina," kata Nico dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/10/2020).
Guna menekan angka penambahan kasus positif Covid-19 , Polda Kalsel menambah alat PCR. Yang awalnya 2 alat kini menjadi 16 alat PCR dan 3 TCM). (Lihat grafis: Di Indonesia Harga Vaksin Covid-19 Sekitar Rp200 Ribu)
Penambahan kapasitas RS dan tempat karantina saat ini sebanyak 7 RS rujukan, dengan kapasitas 589 tempat tidur. Saat ini sebanyak 186 terisi dan tersisa 403, serta 27 balai karantina dengan 1693 tempat tidur, di mana 60 terisi dan tersisa 1.633.
Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta mengatakan, langkah-langkah yang dilakukan Forkompimda Kalsel yakni meningkatkan angka kesembuhan, serta menekan penambahan kasus positif dan jumlah kematian. Untuk peningkatan kesembuhan, tim Gugus Tugas memaksimalkan testing, tracing, dan treatment. (Baca juga: Positif Covid-19, Sebanyak 117 Peserta Tes SKB CPNS Minta Penjadwalan Ulang)
"Pemberdayaan Tim KIE (komunikasi, edukasi dan informasi), peningkatan kapasitas RS rujukan dan fasilitasnya, peningkatan kapasitas tempat karantina, peningkatan kapasitas uji PCR dan TCM, serta bersama Polda Kalsel dan TNI mengevakuasi isolasi mandiri ke RS (yang punya komorbid) dan tempat karantina," kata Nico dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/10/2020).
Guna menekan angka penambahan kasus positif Covid-19 , Polda Kalsel menambah alat PCR. Yang awalnya 2 alat kini menjadi 16 alat PCR dan 3 TCM). (Lihat grafis: Di Indonesia Harga Vaksin Covid-19 Sekitar Rp200 Ribu)
Penambahan kapasitas RS dan tempat karantina saat ini sebanyak 7 RS rujukan, dengan kapasitas 589 tempat tidur. Saat ini sebanyak 186 terisi dan tersisa 403, serta 27 balai karantina dengan 1693 tempat tidur, di mana 60 terisi dan tersisa 1.633.
Lihat Juga :