Warga Jakarta Timur Tak Lagi Menolak Tes Swab, Berkat Usaha Pantang Menyerah
Kamis, 15 Oktober 2020 - 18:21 WIB
loading...
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Warga Jakarta Timur kini tidak lagi menolak untuk diperiksa tes swab sebagai deteksi dini Covid-19. Sosialisasi yang dilakukan Puskesmas Kramat Jati berbuah manis.
Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Inda Mutiara, mengatakan, pihaknya kini tidak lagi mengalami kendalam saat melakukan jemput bola rapid dan swab test. (Baca juga: Warga Jakarta Tolak Tes Swab Didenda Rp5 Juta, Ambil Paksa Jenazah Rp7,5 Juta)
"Alhamdulillah berkat usaha tidak pantang menyerah, saat ini warga sudah tidak lagi menolak petugas di lapangan," ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Kamis (15/10/2020).
Pada awal pandemi Covid-19 banyak terjadi penolakan tes deteksi Covid-19 yang dilakukan puskesmas di Jakarta Timur. (Baca juga: Ini yang Ditunggu, Akan Ada Tes Swab PCR Seharga Rp200 Ribu)
Menurut Inda, setelah sosialisasi yang begitu gencar, dalam sehari petugas bisa melakukan tes swab setidaknya kepada 100 warga, baik yang datang ke puskesmas atau petugas yang mendatangi rumah warga.
Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Inda Mutiara, mengatakan, pihaknya kini tidak lagi mengalami kendalam saat melakukan jemput bola rapid dan swab test. (Baca juga: Warga Jakarta Tolak Tes Swab Didenda Rp5 Juta, Ambil Paksa Jenazah Rp7,5 Juta)
"Alhamdulillah berkat usaha tidak pantang menyerah, saat ini warga sudah tidak lagi menolak petugas di lapangan," ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Kamis (15/10/2020).
Pada awal pandemi Covid-19 banyak terjadi penolakan tes deteksi Covid-19 yang dilakukan puskesmas di Jakarta Timur. (Baca juga: Ini yang Ditunggu, Akan Ada Tes Swab PCR Seharga Rp200 Ribu)
Menurut Inda, setelah sosialisasi yang begitu gencar, dalam sehari petugas bisa melakukan tes swab setidaknya kepada 100 warga, baik yang datang ke puskesmas atau petugas yang mendatangi rumah warga.
Lihat Juga :