Gandeng BKSDA Jambi, Polres Tebo Ciptakan WCA Bagi Habitat Gajah Sumatera
Rabu, 06 Mei 2020 - 21:57 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Kepala BKSDA Jambi Rahmad Saleh menerangkan, bahwa BKSDA telah mencanangkan bahwa kawasan WCA adalah bagian penting Kawasan Ekosistem Esensial untuk Gajah di Lanskap Bukit Tigapuluh. Melindungi dan melestarikan hutan di kawasan ini akan memberikan manfaat yang sangat besar baik bagi kelestarian lingkungan, satwa, tanaman dan juga masyarakat.
"Kami juga mensosialisasikan kepada warga, agar turut serta menjadi bagian penting pelindung kawasan WCA. Jika hutan rusak, maka potensi konflik manusia dengan satwaliar akan besar. demikian juga ancaman bencana alam termasuk menghilangnya sumber-sumber mata air,” kata Kepala BKSDA Jambi.
Kepala BKSDA juga menjelaskan bahwa area WCA adalah perlintasan kawanan Gajah Sumatera yang dilindungi. Jika area tersebut lestari, maka gajah-gajah tersebut tidak akan masuk ke pemukiman dan lahan pertanian warga. Perlindungan kawasan WCA ini pada akhirnya akan mengurangi potensi konflik warga dengan satwa liar.
"Saya yakin, jika rencana ini jalan tidak akan ada lagi gajah-gajah masuk ke pemukiman maupun lahan pertanian warga. Sehingga pontensi konflik warga dan satwaliar akan dibilang tidak akan terjadi," pungkasnya.
"Kami juga mensosialisasikan kepada warga, agar turut serta menjadi bagian penting pelindung kawasan WCA. Jika hutan rusak, maka potensi konflik manusia dengan satwaliar akan besar. demikian juga ancaman bencana alam termasuk menghilangnya sumber-sumber mata air,” kata Kepala BKSDA Jambi.
Kepala BKSDA juga menjelaskan bahwa area WCA adalah perlintasan kawanan Gajah Sumatera yang dilindungi. Jika area tersebut lestari, maka gajah-gajah tersebut tidak akan masuk ke pemukiman dan lahan pertanian warga. Perlindungan kawasan WCA ini pada akhirnya akan mengurangi potensi konflik warga dengan satwa liar.
"Saya yakin, jika rencana ini jalan tidak akan ada lagi gajah-gajah masuk ke pemukiman maupun lahan pertanian warga. Sehingga pontensi konflik warga dan satwaliar akan dibilang tidak akan terjadi," pungkasnya.
(nag)