Pendataan-Distribusi Bantuan Covid-19 Semrawut, PSBB Makassar Tak Maksimal
Rabu, 06 Mei 2020 - 23:20 WIB
loading...
PSBB Makassar tahap pertama dinilai tak maksimal karena semrawutnya pendataan dan distribusi bantuan covid-19, termasuk paket sembako. Foto/Ilustrasi/dok SINDOnews
A
A
A
MAKASSAR - Wakil Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Makassar, Nunung Desniar, menilai penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap pertama tidak berjalan maksimal. Salah satu penyebabnya yakni pendataan dan distribusi bantuan untuk warga terdampak virus corona alias covid-19 semrawut.
Nunung menyebut semrawutnya penyaluran bantuan, khususnya paket sembako itu bahkan masih bermasalah hingga saat ini. Padahal, PSBB Makassar tahap pertama sudah berakhir Kamis (7/5/2020) besok dan dipastikan akan diperpanjang.
Baca Juga: Iqbal Suhaeb Ungkap Alasan Perpanjangan PSBB di Kota Makassar
"Semrawutnya pendataan dan distribusi bantuan sosial membuat masyarakat merasa tidak terjamin hidupnya selama tinggal di rumah. Jadinya ya mereka lebih memilih tetap ke luar rumah," kata Nunung, Rabu (6/5/2020).
Ia menyebut pemerintah harus bergerak cepat dan tepat dalam mengatasi permasalahan ini. Warga tidak bisa disalahkan tetap keluar rumah bila bantuan itu memang tidak sampai kepada mereka. Toh, mereka harus tidak bisa bertahan hidup kalau hanya berdiam diri di rumah.
"Masyarakat ini juga berpikir apa yang mereka lakukan adalah benar, ya karena mereka butuh makan. Sekarang ini kita tidak bisa salahkan masyarakat," ucapnya.
Lebih jauh, ia menegaskan upaya menekan penyebaran covid-19 merupakan tanggungjawab bersama. Butuh keterlibatan seluruh pihak, terkhusus pemerintah serta kesadaran masyarakat guna memutus mata rantai penyebaran virus mematikan ini.
Nunung menyebut semrawutnya penyaluran bantuan, khususnya paket sembako itu bahkan masih bermasalah hingga saat ini. Padahal, PSBB Makassar tahap pertama sudah berakhir Kamis (7/5/2020) besok dan dipastikan akan diperpanjang.
Baca Juga: Iqbal Suhaeb Ungkap Alasan Perpanjangan PSBB di Kota Makassar
"Semrawutnya pendataan dan distribusi bantuan sosial membuat masyarakat merasa tidak terjamin hidupnya selama tinggal di rumah. Jadinya ya mereka lebih memilih tetap ke luar rumah," kata Nunung, Rabu (6/5/2020).
Ia menyebut pemerintah harus bergerak cepat dan tepat dalam mengatasi permasalahan ini. Warga tidak bisa disalahkan tetap keluar rumah bila bantuan itu memang tidak sampai kepada mereka. Toh, mereka harus tidak bisa bertahan hidup kalau hanya berdiam diri di rumah.
"Masyarakat ini juga berpikir apa yang mereka lakukan adalah benar, ya karena mereka butuh makan. Sekarang ini kita tidak bisa salahkan masyarakat," ucapnya.
Lebih jauh, ia menegaskan upaya menekan penyebaran covid-19 merupakan tanggungjawab bersama. Butuh keterlibatan seluruh pihak, terkhusus pemerintah serta kesadaran masyarakat guna memutus mata rantai penyebaran virus mematikan ini.
Lihat Juga :