DPRD DKI Dukung Kelanjutan Proyek Pelabuhan Marunda

Kamis, 15 Oktober 2020 - 08:33 WIB
loading...
DPRD DKI Dukung Kelanjutan...
DPRD DKI Jakarta mendukung kelanjutan proyek Pelabuhan Marunda, Jakarta Utara yang dikerjakan PT Karya Citra Nusantara (KCN). Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - DPRD DKI Jakarta mendukung kelanjutan proyek Pelabuhan Marunda , Jakarta Utara yang dikerjakan PT Karya Citra Nusantara (KCN). Pansus Kawasan Berikat Nusantara (KBN) yang dibentuk DPRD akan membongkar dugaan skandal besar yang menyebabkan pembangunan pier dua Pelabuhan Marunda terhenti.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, akibat pembangunan Pelabuhan Marunda terhenti, Presiden Joko Widodo yang rencananya mau melakukan groundbreaking juga tertunda pada Februari 2017 lalu.

“Saat Pak Presiden mau groundbreaking untuk dwelling time saat itu, kok ganti? Karena ada aturan seperti itu. Ada yang memberi informasi tidak objektif ke Bapak Presiden,” ujar Pras di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/10/2020). (Baca juga: Pengelolaan Pelabuhan Marunda Butuh Win-Win Solution)

Dia menyarankan proyek dermaga di Marunda terus dilanjutkan sambil Pansus KBN di DPRD DKI bekerja membongkar dugaan skandal besar sejak 2003-2004. Apalagi, sengketa hukum antara KBN dengan KCN juga sudah selesai sampai tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA).

“Lanjutkan (proyeknya), tapi harus dicari pokok permasalahannya. Karena ini ada operasional, ada pembangunan, duit dari mana, kita harus cari tahu. Ini kan investasi bisnis besar yaitu pelabuhan,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Dia menjelaskan, KCN merupakan anak usaha joint venture antara KBN dengan KTU yang bergerak di kepelabuhanan. KBN sebagai perusahaan milik negara tidak punya izin bidang kepelabuhanan. “Pemenang tender ini namanya KTU. Bentuklah KBN dan KTU itu namanya KCN. Direktur Utama KCN itu wakil dari pemenang tender yaitu KTU. Tiba-tiba pas dia bentuk struktur, ini macet. KBN mengirim orang-orang di KCN, tapi mandeg. Ini masih praduga ada kekeliruan besar dan ini bukan uang kecil,” ujar Pras.

Dia mengaku heran omongan Gubernur DKI Anies Baswedan tidak didengarkan oleh KBN. Padahal, Pemprov DKI punya jatah kursi direksi di KBN, tapi belum juga dilantik sampai sekarang terhadap orang-orang yang sudah dikirim. Direksi KBN dari Pemprov DKI sudah kosong hampir 3 tahunan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Dorong Ekspor dari Kawasan...
Dorong Ekspor dari Kawasan Berikat, Bea Cukai Pastikan Pengawasan Transparan
Anggota DPRD DKI Brando...
Anggota DPRD DKI Brando Susanto Meninggal saat Acara Halalbihalal
Rekomendasi
Kasus Dugaan Penganiayaan...
Kasus Dugaan Penganiayaan ART Naik Penyidikan, Erin Wartia Berpotensi Jadi Tersangka
Bulog Buka Gudang untuk...
Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Extraordinary House of Broken Hearts Eksklusif di V+Short
Berita Terkini
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Helaran Mapag Pajajaran...
Helaran Mapag Pajajaran Anyar, Cetak Rekor Muri 2000 Pemain Karinding
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved