Pemerintah Aceh Ajak Kampanyekan Lindungi Lansia dan Komorbid
Selasa, 13 Oktober 2020 - 20:45 WIB
loading...
A
A
A
Dadek juga mengintruksikan pemerintah kabupaten/kota segera menyediakan tempat isolasi khusus bagi pasien dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG). OTG lebih baiknya diisolasi di tempat khusus dan tidak lagi diisolasi di rumah. Sebab isolasi di rumah dapat berisiko munculnya klaster keluarga, kata Dadek. "Jangan isolasi di rumah, takutnya di rumah ada yang komorbid,"kata Dadek.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif, mengatakan, Pemerintah Aceh akan segera menambah 3 laboratorium Tes PCR, selain yang sudah ada di Balitbangkes, RSUDZA dan Labkesda, untuk mempercepat dan menambah jumlah tes swab masyarakat Aceh. Ketiga lab tersebut, kata dia, akan dibangun di Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe dan Aceh Barat.
"Mudah-mudahan minggu depan lab kita sudah bertambah, sehingga hasil lebih cepat di dapat oleh kabupaten-kota,"kata Hanif.
Dalam kesempatan itu, Hanif juga mengingatkan para petugas kesehatan di kabupaten/kota agar mengintruksikan setiap orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif segera melakukan isolasi, tanpa harus melakukan tes swab lagi. Prosedur itu, kata Hanif, dilakukan berdasarkan petunjuk dari Kementrian Kesehatan.
"Saat ini yang terpenting adalah upaya pencegahan, yaitu dengan memakai masker. Saat ini masker lebih efektif dibanding vaksin,"kata Hanif.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif, mengatakan, Pemerintah Aceh akan segera menambah 3 laboratorium Tes PCR, selain yang sudah ada di Balitbangkes, RSUDZA dan Labkesda, untuk mempercepat dan menambah jumlah tes swab masyarakat Aceh. Ketiga lab tersebut, kata dia, akan dibangun di Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe dan Aceh Barat.
"Mudah-mudahan minggu depan lab kita sudah bertambah, sehingga hasil lebih cepat di dapat oleh kabupaten-kota,"kata Hanif.
Dalam kesempatan itu, Hanif juga mengingatkan para petugas kesehatan di kabupaten/kota agar mengintruksikan setiap orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif segera melakukan isolasi, tanpa harus melakukan tes swab lagi. Prosedur itu, kata Hanif, dilakukan berdasarkan petunjuk dari Kementrian Kesehatan.
"Saat ini yang terpenting adalah upaya pencegahan, yaitu dengan memakai masker. Saat ini masker lebih efektif dibanding vaksin,"kata Hanif.
Lihat Juga :