Fenomena Hari Tanpa Bayangan, BPBD Probolinggo Imbau Masyarakat Waspada Dehidrasi

loading...
Fenomena Hari Tanpa Bayangan, BPBD Probolinggo Imbau Masyarakat Waspada Dehidrasi
Fenomema Hari Tanpa Bayangan, BPBD Probolinggo Imbau Masyarakat Waspada Dehidrasi. Foto/SINDOnews/Han
PROBOLINGGO - Fenomena tahunan kulminasi utama atau hari tanpa bayangan di wilayah Probolinggo, membuat suhu di daerah ini meningkat. Masyarakat mengaku sejak 4 hari kemarin udara terasa lebih panas dari biasanya.

Menyikapi fenomena tahunan ini, BPBD Kabupaten Probolinggo melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Sugeng Suprisayoga, mengimbau masyarakat tetap tenang dan jangan dikait-kaitkan dengan firasat alam apa pun.

Fenomena ini, jelas dia, terjadi 2 kali dalam setahun dan di wilayah Jawa timur terjadi pada tanggal 11 hingga 14 Oktober 2020.

"Ini fenomena tahunan di mana kulminasi sendiri artinya posisi matahari berada di tepat di atas kepala kita. Titik tertinggi di bumi kulminasi di suatu wilayah adalah hari tanpa bayangan kepada objek di bumi," ujarnya. (Baca juga: HUT Jatim Ke-75, Khofifah Kirim Tumpeng untuk Dokter dan Nakes Serta KPU dan Bawaslu)



Sugeng menambahkan, dampak dari fenomena ini adalah bila kondisi cerah maka udara akan terasa lebih panas dari biasanya. (Baca juga: Sekeluarga Tewas Kena Jebakan Tikus, Polisi Gelar Perkara Tentukan Tersangka)

"Jadi, jangan berlama-lama di terik matahari karena tidak baik dan perbanyak konsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi," tuturnya.
(boy)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top