Hadapi Banjir, Pemprov DKI Prioritaskan Pompa dan Pengerukan
Senin, 12 Oktober 2020 - 16:49 WIB
loading...
SDA DKI siapkan pompa air dan alat berat untuk mengeruk lumpur sebagai upaya antisipasi banjir. Foto: Bima Setiyadi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya mengantisipasi banjir di Jakata . Pompa dan pengerukan menjadi prioritas utama yang dilakukan untuk mengantisipasi banjir tersebut.
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Juaini Yusuf mengatakan,Pemprov DKI Jakarta terus bersiap untuk menghadapi musim penghujan yang menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan berlangsung mulai Akhir Oktober. Melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi banjir di Ibu Kota.
Juaini menyampaikan saat ini pihaknya memiliki 3 jenis pompa untuk pengendalian banjir, yaitu Pompa Stasioner, Pompa Mobile, dan Pompa Apung. (Baca juga: 3 Hari Berhasil Bikin Kinclong Halte yang Dibakar, Anies Banjir Pujian Netizen )
Untuk Pompa Stasioner, saat ini Dinas SDA memiliki 487 unit pompa stasioner yang tersebar di 178 lokasi. Lokasi Pompa Stasioner tersebut umumnya berada di dekat sungai, waduk, maupun pintu air. Ketika tinggi muka air meningkat, Pompa ini akan bekerja langsung untuk memompa air menuju sistem drainase yang lebih besar. Menurutnya, kondisi Pompa Stasioner 90% dalam keadaan baik.
"Sisanya masih dalam perbaikan. Untuk pompa yang kondisinya baik pun secara rutin kami lakukan pengecekan agar pompa dapat bekerja secara optimal pada saat musim hujan," kata Juaini dalam siaran tertulisnya, Senin (12/10/2020). (Baca juga: Cegah Banjir Cikoding, Pemkot Jakut Kelola Debit Air di Kali Cakung Lama )
Selain pompa statisioner, Juaini mengungkapkan tahun ini pihaknya juga telah menyiapkan penambahan sekitar 10 unit pompa mobile. "Saat ini kami telah mempunyai 160 unit pompa mobile dengan kapasitas hingga 400 liter per detik. Jumlah tersebut akan bertambah sekitar 10 unit. Pompa mobile tersebut diprioritaskan untuk lokasi seperti Kali Betik, Muara Angke dan Teluk Gong, serta lokasi rawan genangan lainnya," jelasnya.
Kemudian yang terbaru, Dinas SDA saat ini memiliki 65 unit Pompa Apung yang telah disebar ke lima wilayah DKI Jakarta. Di mana masing-masing wilayah mendapatkan 13 Pompa Apung. Pompa Apung memiliki bentuk yang simpel sehingga praktis digunakan untuk menyedot air di permukaan yang tidak dapat dilalui Pompa Mobile.
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Juaini Yusuf mengatakan,Pemprov DKI Jakarta terus bersiap untuk menghadapi musim penghujan yang menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan berlangsung mulai Akhir Oktober. Melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi banjir di Ibu Kota.
Juaini menyampaikan saat ini pihaknya memiliki 3 jenis pompa untuk pengendalian banjir, yaitu Pompa Stasioner, Pompa Mobile, dan Pompa Apung. (Baca juga: 3 Hari Berhasil Bikin Kinclong Halte yang Dibakar, Anies Banjir Pujian Netizen )
Untuk Pompa Stasioner, saat ini Dinas SDA memiliki 487 unit pompa stasioner yang tersebar di 178 lokasi. Lokasi Pompa Stasioner tersebut umumnya berada di dekat sungai, waduk, maupun pintu air. Ketika tinggi muka air meningkat, Pompa ini akan bekerja langsung untuk memompa air menuju sistem drainase yang lebih besar. Menurutnya, kondisi Pompa Stasioner 90% dalam keadaan baik.
"Sisanya masih dalam perbaikan. Untuk pompa yang kondisinya baik pun secara rutin kami lakukan pengecekan agar pompa dapat bekerja secara optimal pada saat musim hujan," kata Juaini dalam siaran tertulisnya, Senin (12/10/2020). (Baca juga: Cegah Banjir Cikoding, Pemkot Jakut Kelola Debit Air di Kali Cakung Lama )
Selain pompa statisioner, Juaini mengungkapkan tahun ini pihaknya juga telah menyiapkan penambahan sekitar 10 unit pompa mobile. "Saat ini kami telah mempunyai 160 unit pompa mobile dengan kapasitas hingga 400 liter per detik. Jumlah tersebut akan bertambah sekitar 10 unit. Pompa mobile tersebut diprioritaskan untuk lokasi seperti Kali Betik, Muara Angke dan Teluk Gong, serta lokasi rawan genangan lainnya," jelasnya.
Kemudian yang terbaru, Dinas SDA saat ini memiliki 65 unit Pompa Apung yang telah disebar ke lima wilayah DKI Jakarta. Di mana masing-masing wilayah mendapatkan 13 Pompa Apung. Pompa Apung memiliki bentuk yang simpel sehingga praktis digunakan untuk menyedot air di permukaan yang tidak dapat dilalui Pompa Mobile.
Lihat Juga :