GubernurJabar: Pelaku Anarkis Aksi Tolak UU Cipta Kerja Bukan Buruh

Kamis, 08 Oktober 2020 - 18:16 WIB
loading...
GubernurJabar: Pelaku...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menegaskan, para pelaku anarkis dalam aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja bukan berasal dari kalangan buruh di Jabar. Foto/dok.SINDOnews
A A A
BANDUNG - Gubernur Jabar , Ridwan Kamil menegaskan, para pelaku anarkis dalam aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja bukan berasal dari kalangan buruh. Kepastian tersebut mengacu kepada laporan dari Kapolda Jabar, Irjen Rudy Sufahriadi. Bahkan, pihak kepolisian pun mengamankan 209 orang yang terindikasi terlibat dalam kericuhan.

"Saya cek kepada Kapolda bahwa yang ditahan karena melakukan kerusakan itu ternyata 100 persen bukan dari pihak buruh," tegas Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (8/10/2020). (Baca juga: Unjuk Rasa UU Cipta Kerja Ricuh, Polisi Amankan Pendemo di Depan Grahadi)

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu melanjutkan, mengacu kepada protokol COVID-19, mereka yang diamankan itu wajib menjalani tes COVID-19. Berdasarkan hasil rapid test, dari ratusan orang yang diamankan, kata Kang Emil, 13 orang di antaranya dinyatakan reaktif COVID-19. (Baca juga: Aksi Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja di Denpasar Ricuh)

"Beberapa persen dari yang ditahan reaktif dan sedang dilakukan tindakan lanjut untuk di-swab. Kalau ternyata ada yang positif, mengindikasikan betapa rawannya kerumunan yang terjadi selama COVID-19, apalagi dalam kondisi emosi dan jarak yang dekat dan tidak pakai masker," bebernya.

Gubernur berharap, pihak buruh tidak melanjutkan aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law, baik di Jabar maupun Ibu Kota Jakarta. Selain itu, Kang Emil meminta massa non-buruh bisa mengendalikan diri. Pasalnya, kata dia, substansi dari permasalahan ini adalah kelompok buruh yang sudah dipenuhi semua aspirasinya.

"Karena niat dan maksud agar kami menyampaikan aspirasi sudah dilaksanakan. Mudah-mudahan besok tidak ada lagi, kembali kita lakukan produktivitas dengan 3M. Saya akan hitung dalam 14 hari ke depan, saya doakan tidak ada klaster dari demonstrasi omnibus law," katanya.

Meski begitu, bagi pihak yang ingin tetap berunjuk rasa, Kang Emil pun tidak melarang karena hal itu sudah diatur undang-undang. Namun, dia mengingatkan agar aturan unjuk rasa dipenuhi, yakni tidak lebih dari pukul 18.00 WIB dan terpenting, menaati protokol COVID-19.

"Gak ada COVID-19 aja demo itu punya potensi mengganggu ketertiban umum, apalagi ada COVID-19 punya potensi ketertularan. Jadi, imbauan saya, mari salurkan aspirasi sesuai dengan koridor hukum, kan ada gugatan ke MK kan sudah banyak yang ngantri mau menggugat, itu hak yang dilindungi UU," pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Sampaikan Aspirasi Damai,...
Sampaikan Aspirasi Damai, Corong Rakyat: Demo Boleh, Anarkis Jangan
Dituntut 2 Tahun Penjara,...
Dituntut 2 Tahun Penjara, Delpedro: Kami Hargai Kerja Keras Jaksa meski Buruk
Delpedro Cs Dituntut...
Delpedro Cs Dituntut 2 Tahun terkait Unggahan 19 Konten Media Sosial
Demo di Polda DIY Ricuh,...
Demo di Polda DIY Ricuh, Lemkapi: Tindakan Anarkis Rugikan Masyarakat
Demo di Polda DIY Ricuh,...
Demo di Polda DIY Ricuh, Mahasiswa Diminta Sampaikan Aspirasi secara Konstitusional
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Presiden Ini Rela Potong...
Presiden Ini Rela Potong Gaji 50% usai Dituntut Lengser oleh Rakyat
Buruh Wanti-wanti RUU...
Buruh Wanti-wanti RUU Ketenagakerjaan: Jangan Sampai Terulang Omnibus Law Cipta Kerja
Rekomendasi
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Disambut Antusias, Jakarta Jadi Kota Terakhir Seleksi
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
Infografis
Aksi Teror Guncang Wina,...
Aksi Teror Guncang Wina, 2 Tewas Termasuk Pelaku Penembakan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved