DPRD: PSBB Jakarta Kurang Efektif Karena Tak Didukung Daerah Penyangga

Kamis, 08 Oktober 2020 - 06:05 WIB
loading...
DPRD: PSBB Jakarta Kurang...
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz mengakui bahwa pengetatan PSBB di Ibu Kota yang sudah berjalan sejak 14 September, kurang efektif. FOTO/DOK/dprd-dkijakartaprov.go.id
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz mengakui bahwa pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota yang sudah berjalan sejak 14 September, kurang efektif. Sebab, kata dia, pengetatan PSBB Jakarta tidak didukung dengan kebijakan dari daerah penyangga seperti Depok, Bogor, Bekasi, dan Tangerang.

"Ya saya kira kurang efektif karena tidak didukung daerah-daerah penyangga sekeliling Jakarta yang mempunyai kebijakan berbeda. Sehingga, banyak orang Jakarta yang pergi ke daerah-daerah penyangga untuk berkumpul sambil makan-makan, dan lain-lain," kata Aziz saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2020).

Pengetatan PSBB Jakarta akan berakhir pada 11 Oktober 2020 mendatang. Namun memang, kasus konfirmasi positif corona (COVID-19) di Jakarta belum mengalami penurunan yang signifikan. Justru, kasus COVID-19 di Jakarta terus bertambah dengan jumlah di atas 1.000. (Baca juga: PSBB Diperketat, Kasus Harian Positif Covid-19 Masih di Atas 1.000 )

Aziz pun meminta agar pemerintah pusat turun tangan. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut meminta agar pemerintah pusat membuat satu regulasi penanganan COVID-19 antara Jakarta dengan beberapa wilayah penyangga. Sehingga, Jakarta dan daerah penyangganya mempunyai satu kebijakan yang sama dalam menangani COVID-19.

"Saya kira perlu dipertimbangkan oleh pemerintah pusat untuk DKI dan daerah penyangganya mempunyai satu kebijkan agar pandemi ini bisa dikontrol dan diatasi," katanya.

Aziz melihat permasalahan utama tingginya kasus COVID-19 di Jakarta karena masih banyak warga dari luar Jakarta yang beraktivitas di Jakarta. Pun demikian sebaliknya, banyak warga Jakarta yang juga berlibur ke luar kota. (Baca juga: Selama PSBB Ketat, 25 Panti Pijat, Karaoke dan Bar di Jakarta Nekat Beroperasi )

"Nah jadi harus satu komando kebijakannya karena banyak orang yang bolak-balik daerah penyangga," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPRD DKI Brando...
Anggota DPRD DKI Brando Susanto Meninggal saat Acara Halalbihalal
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
Warga Keluhkan Kelangkaan...
Warga Keluhkan Kelangkaan Elpiji 3 Kg, DPRD Desak Pemprov DKI Atur Kuota
Rekomendasi
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Berita Terkini
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Infografis
Militer Israel Terapkan...
Militer Israel Terapkan Jeda karena Tak Mampu Hadapi Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved