Tahap Pembangunan Hunian Tetap Korban Banjir Bandang di Porodua Dimulai
Selasa, 06 Oktober 2020 - 20:45 WIB
loading...
Tim Konsultan Kementerian PUPR RI sementara melakukan pengambilan titik koordinat batas-batas lokasi bangunan huntap. Foto: Istimewa
A
A
A
LUWU UTARA - Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga korban bencana banjir bandang Luwu Utara terus digenjot. Saat ini, pembangunan huntap di Dusun Porodoa, Kecamatan Mappedeceng sudah masuk tahap perencanaan pembangunan.
Di mana, Tim Konsultan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia kini sementara melakukan pengambilan titik koordinat batas-batas lokasi bangunan huntap. Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKP2), Syamsul Syair mengungkapkan hal ini.
Baca juga: Tinjau Aliran Sungai Matoto, Iqbal Minta Genangan Air Segera Diatasi
“Saat ini Tim Kementerian PU mengambil titik koordinat untuk menentukan batas-batas lokasi bangunan huntap,” ungkap Syamsuldi Masamba, Selasa (6/10/2020).
Luas lahan untuk pembangunan huntap di Dusun Porodoa yakni 12,9 hektare. Turunnya Tim Kementerian PUPR ke lokasi rencana pembangunan huntap ini, menjadi angin segar bagi korban bencana yang kehilangan tempat tinggal.
Baca juga: Relawan MDMC Unismuh Kembali ke Makassar Usai Tugas di Lokasi Banjir Lutra
“Saya kira ini adalah kabar yang baik bagi warga korban bencana yang telah kehilangan tempat tinggal. Kita berharap pembangunan huntap oleh pemerintah pusat ini segera dilaksanakan secepatnya. Biar para korban bencana ini bisa mendapat kepastian akan tempat tinggal mereka yang baru,” ujar mantan Kepala Bappeda Luwu Utara ini.
Di mana, Tim Konsultan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia kini sementara melakukan pengambilan titik koordinat batas-batas lokasi bangunan huntap. Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKP2), Syamsul Syair mengungkapkan hal ini.
Baca juga: Tinjau Aliran Sungai Matoto, Iqbal Minta Genangan Air Segera Diatasi
“Saat ini Tim Kementerian PU mengambil titik koordinat untuk menentukan batas-batas lokasi bangunan huntap,” ungkap Syamsuldi Masamba, Selasa (6/10/2020).
Luas lahan untuk pembangunan huntap di Dusun Porodoa yakni 12,9 hektare. Turunnya Tim Kementerian PUPR ke lokasi rencana pembangunan huntap ini, menjadi angin segar bagi korban bencana yang kehilangan tempat tinggal.
Baca juga: Relawan MDMC Unismuh Kembali ke Makassar Usai Tugas di Lokasi Banjir Lutra
“Saya kira ini adalah kabar yang baik bagi warga korban bencana yang telah kehilangan tempat tinggal. Kita berharap pembangunan huntap oleh pemerintah pusat ini segera dilaksanakan secepatnya. Biar para korban bencana ini bisa mendapat kepastian akan tempat tinggal mereka yang baru,” ujar mantan Kepala Bappeda Luwu Utara ini.
(luq)
Lihat Juga :