Ustaz Tengku Zulkarnain Ajak Umat Pilih Pemimpin Berpengalaman, Jangan yang Coba-Coba
Senin, 05 Oktober 2020 - 08:04 WIB
loading...
A
A
A
"Kenapa kisah itu ditulis di Al-Quran? Karena itu gambaran. Sama juga ketika Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi nabi di umur 40 tahun. Kenapa? Menunggu matang," tegasnya.
Maka dari itu, Wakil Sekjen MUI ini kembali menegaskan pentingnya memilih pemimpin yang sudah matang alias berpengalaman.(BACA JUGA: China Dibuat Meradang, Penyebabnya Patch Skuadron MQ-9 Reaper AS)
Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Cinta Masjid, Ustaz Heriansyah mengajak umat muslim untuk kumpul kembali, bergairah, bangkit, dan back to masjid.
"Sejak mewabahnya virus Covid-19, setahun ini membuat masjid terdegradasi. Bahkan beberapa waktu lalu disebut, bioskop-bioskop diminta untuk dibuka kembali. Kenapa wacana ini muncul? Karena nonton bioskop ini dianggap membuat orang bahagia. Jadi imunitas lebih kuat. Padahal di masjid ini lebih baik, gak bayar, gak perlu tiket, dan pahalanya tidak terhingga," jelasnya.
Dalam sebuah hadis, imbuh Heriansyah, duduk di masjid lebih baik daripada membebaskan seribu budak. Kita tidak perlu bioskop, kita hanya cukup kembali ke rumah Allah.
Maka dari itu, Wakil Sekjen MUI ini kembali menegaskan pentingnya memilih pemimpin yang sudah matang alias berpengalaman.(BACA JUGA: China Dibuat Meradang, Penyebabnya Patch Skuadron MQ-9 Reaper AS)
Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Cinta Masjid, Ustaz Heriansyah mengajak umat muslim untuk kumpul kembali, bergairah, bangkit, dan back to masjid.
"Sejak mewabahnya virus Covid-19, setahun ini membuat masjid terdegradasi. Bahkan beberapa waktu lalu disebut, bioskop-bioskop diminta untuk dibuka kembali. Kenapa wacana ini muncul? Karena nonton bioskop ini dianggap membuat orang bahagia. Jadi imunitas lebih kuat. Padahal di masjid ini lebih baik, gak bayar, gak perlu tiket, dan pahalanya tidak terhingga," jelasnya.
Dalam sebuah hadis, imbuh Heriansyah, duduk di masjid lebih baik daripada membebaskan seribu budak. Kita tidak perlu bioskop, kita hanya cukup kembali ke rumah Allah.
Lihat Juga :