Investor Asing Incar Megaproyek Tempat Pengolah Sampah Rp800 Miliar di Cirebon
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 19:33 WIB
loading...
A
A
A
"Investasi yang membawa isu perbaikan lingkungan diminati investor asing, mereka sangat tertarik dengan proyek yang mengusung konsep green energy," ungkap Mungki di Bandung, Jumat (2/10/2020).
Menurut Mungki, konsep pengelolaan sampah menjadi energi alternatif sangat diminati investor asing. Isu energi alternatif pengganti energi fosil yang tidak ramah terhadap lingkungan membuat para investor kini mulai mengalihkan perhatiannya dalam berinvestasi.
"Karena investasi terbaik saat ini memang energi terbarukan, sedangkan energi fosil trennya terus menurun dan ditinggalkan. Apalagi, banyak juga masyarakat yang beralih ke energi alternatif yang lebih ramah terhadap lingkungan," imbuhnya.
Meski begitu, lanjut Mungki, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jabar, pihaknya akan mencari mitra terbaik dengan kebutuhan perusahaan dalam mengelola sampah regional tersebut.
Karenanya, pihaknya pun mengharapkan dukungan pihak-pihak terkait, terutama yang berkaitan dengan regulasi karena hal tersebut kerap ditanyakan calon investor, khususnya di Jabar.
"Investor tidak mungkin bisa masuk ke Indonesia dengan regulasi yang membuat mereka sulit untuk bisa masuk. Karenanya, semua harus kita kelola," tegasnya.
Menurut Mungki, konsep pengelolaan sampah menjadi energi alternatif sangat diminati investor asing. Isu energi alternatif pengganti energi fosil yang tidak ramah terhadap lingkungan membuat para investor kini mulai mengalihkan perhatiannya dalam berinvestasi.
"Karena investasi terbaik saat ini memang energi terbarukan, sedangkan energi fosil trennya terus menurun dan ditinggalkan. Apalagi, banyak juga masyarakat yang beralih ke energi alternatif yang lebih ramah terhadap lingkungan," imbuhnya.
Meski begitu, lanjut Mungki, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jabar, pihaknya akan mencari mitra terbaik dengan kebutuhan perusahaan dalam mengelola sampah regional tersebut.
Karenanya, pihaknya pun mengharapkan dukungan pihak-pihak terkait, terutama yang berkaitan dengan regulasi karena hal tersebut kerap ditanyakan calon investor, khususnya di Jabar.
"Investor tidak mungkin bisa masuk ke Indonesia dengan regulasi yang membuat mereka sulit untuk bisa masuk. Karenanya, semua harus kita kelola," tegasnya.
Lihat Juga :