Polisi Siapkan Skema Pengamanan Unjuk Rasa Tolak Pengesahan Omnibus Law

Jum'at, 02 Oktober 2020 - 16:46 WIB
loading...
Polisi Siapkan Skema...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews
A A A
MAKASSAR - Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja atau Omnibus Law segera disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Tapi, pengesahan itu tampaknya akan dibarengi aksi unjuk rasa penolakan.

Di Kota Makassar, sudah ada pamflet terkait rencana konsolidasi akbar gabungan mahasiswa se-Kota Makassar membatalkan pengesahan Omnibus Law beredar di sosial media, tertulis digelar pada Sabtu, 3 September 2020, sekitar pukul 15.00 Wita.

Baca juga: Omnibus Law Harus Segera Disahkan, DPR: Sudah Ditunggu Masyarakat

Dalam pamflet konsolidasi mahasiswa se Kota Daeng itu, mengundang sejumlah elemen dan organisasi sipil lainnya untuk terlibat. Mulai dari komunitas lapak baca, diskusi, dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Kemudian Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, BEM Fakultas, himpunan mahasiswa, organisasi eksternal mahasiswa, komunitas seni dan masih banyak lagi, termasuk organisasi buruh di Sulawesi Selatan.

Kepala Bagian Operasional Polrestabes Makassar , AKBP Anwar Danu mengaku, pihaknya menyusun rencana antisipasi demonstrasi besar-besaran di wilayah hukumnya. Terlebih penyampaian pendapat di muka umum akan dilakukan di tengah pandemi COVID-19 .

"Itu besok kegiatannya tapi kita belum ada perkiraan (massa) dari Intelejen karena itukan masih konsolidasi. Mungkin (konsolidasi) untuk persiapan tanggal 6,7,8 Oktober nanti, itu menurut analisa saya," jelas, Anwar kepada SINDOnews melalui sambungan telepon, Jumat (2/10/2020).

Meski begitu kata Anwar, pembahasan skema pengamanan oleh internalnya tetap merujuk pada instruksi Kapolri Jenderal Idham Azis , tentang pencegahan dan pengamanan demonstrasi di tengah pandemi COVID-19 yang melibatkan banyak orang. Terlebih jika unjuk rasa ini tidak punya izin resmi.

Baca juga: Ormas Islam dan PTN Bisa Berikan Sertifikasi Halal, UU Cipta Kerja Permudah UMKM

"Pada prinsipnya kalau perintah pimpinan, tidak ada demo, tidak ada mogok kerja. Itu saja kuncinya. Namanya orang banyak mana mungkin mau menerapkan protokol kesehatan , seharusnya rekan-rekan mahasiswa bisa sadar itu," ungkap perwira menengah polisi berpangkat dua bunga itu.

Terpisah salah satu penanggung jawab konsolidasi Arurarevo mengatakan, unjuk rasa mahasiswa se-Kota Makassar sebagai respons penolakan rencana pengesahan Omnibus Law oleh DPR RI. "Iya," katanya singkat saat dikonfirmasi via WhatsApp.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demonstran Mengamuk...
Demonstran Mengamuk Bakar Gedung DPRD Kota Makassar
Kanit PPA Polrestabes...
Kanit PPA Polrestabes Makassar Minta Rp10 Juta ke Pelaku Pelecehan, Rp5 Juta untuk Korban dan Rp5 Juta Iptu HR
Tak Terbukti Bakar Kampus...
Tak Terbukti Bakar Kampus Unhas Makassar, 32 Mahasiswa Dipulangkan
Kampus Universitas Hasanuddin...
Kampus Universitas Hasanuddin Dibakar dan Dirusak Sejumlah Orang
Kecelakaan Maut di Tol...
Kecelakaan Maut di Tol Reformasi Tewaskan Ibu dan Anak Pengusaha Kuliner di Makassar
3 Pembobol Jasa Pengiriman...
3 Pembobol Jasa Pengiriman Barang Ditangkap Polisi di Tiga Kabupaten, 1 Mantan Karyawan
Pergerakan Advokat Usulkan...
Pergerakan Advokat Usulkan Omnibus Law Pembangunan Berkelanjutan dan Teknologi
Darurat Judi Online,...
Darurat Judi Online, Kejar Server Berada di Luar Negeri
Soal Wacana Revisi UU...
Soal Wacana Revisi UU Politik Lewat Omnibus Law, KPU: Kita Taat Konstitusi
Rekomendasi
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Berita Terkini
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Pengurus PPP Laporkan...
Pengurus PPP Laporkan Toni, Badri, dan Saiful Hakim ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved