Anies 'Pamer' Baju Batik, Pujian Netizen Bikin Hati Meleleh
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 15:45 WIB
loading...
Gubernur DKI Anies Baswedan mengenakan batik buatan Imang Jasmine Batik, seorang sahabatnya yang hingga kini tetap membatik sendiri di rumahnya. Foto: Facebook/Ist
A
A
A
JAKARTA - Hari ini Jumat, 2 Oktober, semua peserta rapat di Balai Kota DKI Jakarta, mengenakan batik, dalam rangka merayakan Hari Batik Nasional. Gubernur DKI Anies Baswedan membagikan momentum tersebut di akun media sosialnya.
Anies mengatakana, tradisi memakai batik pada awalnya adalah terobosan. Sebuah terobosan yang kemudian diterima, diakui, hingga menjadi kebiasaan baru. (Baca juga: Waspada! Negara Lain Coba Membajak Batik Indonesia)
"Batik asalnya digunakan sebagai kain “jarik” (bawahan). Pakemnya dulu, kaum lelaki selalu memakai baju kemeja polos ataupun lurik dan tidak berkemeja dengan bermotif “gambar”. Suatu saat ada yang mengambil langkah kebaruan, di luar kebiasaan. Perancang busana menggunakan kain hasil membatik itu bukan sebagai jarik, tapi jadi kemeja bagi lelaki," tulis Anies, sebagaimana dikutip dari akun Facebook-nya, Jumat (2/10/2020) siang.
![Anies 'Pamer' Baju Batik, Pujian Netizen Bikin Hati Meleleh]()
Hal itu tentu mengejutkan, karena menerobos kebiasaan, menerobos tradisi. Pastinya banyak pihak menyebut itu adalah "pelanggaran pakem". Kini sejarah pelanggaran itu tak ada lagi yang tahu dan diingat. Bahkan hari ini batik pun bisa digunakan menjadi masker.
"Jadi teruslah melakukan terobosan, yang membawa kebaruan dalam budaya. Tentu setelah terlebih dahulu melalui proses mengenal dan memahami tradisi yang ada," kata Anies. (Tonton Video: Sejarah Batik di Indonesia yang Dikenal Sejak Zaman Majapahit)
"Apresiasi pada semua dan setiap pembatik di Indonesia yang terus menerus mengembangkan batik; memang tugas kita bukan hanya berkomitmen untuk sekadar melestarikan tradisi/budaya, tapi kita harus terus mengembangkan dan memajukan budaya," tutup Anies.
Anies mengatakana, tradisi memakai batik pada awalnya adalah terobosan. Sebuah terobosan yang kemudian diterima, diakui, hingga menjadi kebiasaan baru. (Baca juga: Waspada! Negara Lain Coba Membajak Batik Indonesia)
"Batik asalnya digunakan sebagai kain “jarik” (bawahan). Pakemnya dulu, kaum lelaki selalu memakai baju kemeja polos ataupun lurik dan tidak berkemeja dengan bermotif “gambar”. Suatu saat ada yang mengambil langkah kebaruan, di luar kebiasaan. Perancang busana menggunakan kain hasil membatik itu bukan sebagai jarik, tapi jadi kemeja bagi lelaki," tulis Anies, sebagaimana dikutip dari akun Facebook-nya, Jumat (2/10/2020) siang.

Hal itu tentu mengejutkan, karena menerobos kebiasaan, menerobos tradisi. Pastinya banyak pihak menyebut itu adalah "pelanggaran pakem". Kini sejarah pelanggaran itu tak ada lagi yang tahu dan diingat. Bahkan hari ini batik pun bisa digunakan menjadi masker.
"Jadi teruslah melakukan terobosan, yang membawa kebaruan dalam budaya. Tentu setelah terlebih dahulu melalui proses mengenal dan memahami tradisi yang ada," kata Anies. (Tonton Video: Sejarah Batik di Indonesia yang Dikenal Sejak Zaman Majapahit)
"Apresiasi pada semua dan setiap pembatik di Indonesia yang terus menerus mengembangkan batik; memang tugas kita bukan hanya berkomitmen untuk sekadar melestarikan tradisi/budaya, tapi kita harus terus mengembangkan dan memajukan budaya," tutup Anies.
Lihat Juga :