Warga Apartemen Kalibata City: Lebih Banyak Hal Positif Dibanding yang Negatif
Kamis, 01 Oktober 2020 - 18:00 WIB
loading...
Apartemen Kalibata City.
A
A
A
JAKARTA - Kasus pembunuhan dan mutilasi yang ramai diberitakan beberapa pekan terakhir membuat warga Apartemen Kalibata City geram. Pasalnya, aksi pembunuhan dan mutilasi dilakukan di apartemen wilayah Pasar Baru, Jakarta Pusat. Namun warga Apartemen Kalibata City yang terkena dampak negatifnya.
“Pelaku melakukan aksinya itu di Pasar Baru, dan menitipkan di salah satu unit Kalibata City. Rencananya pelaku mau mengubur di Depok tapi ketahuan polisi duluan. Hal itu juga sudah di rilis oleh Kepolisian, tapi pemberitaan yang muncul justru banyak negatif ke Kalibata City,” kata Syachrul, 49, salah satu penghuni Tower Damar, Apartemen Kalibata City.
Syahrul melihat bukan kali ini saja tempat tinggalnya menjadi headline pemberitaan media massa, meski demikian, ia mengaku tetap nyaman dengan lingkungan Kalibata City. Menurutnya, publik hanya melihat ketika terjadi suatu kasus saja. Padahal, katanya, banyak sisi positif lain yang ada dilingkungannya itu.
Sejak tinggal di Apartemen Kalibata City tahun 2011 lalu, Syahrul mengakui dirinya kian solid. Menurutnya rasa kekeluargaan antar penghuni ini sulit didapat apabila tinggal di apartemen lainnya. “Kalau di apartemen lain mungkin individulitasnya tinggi, tapi disini tidak,” ujarnya. (Baca juga: Sejoli Pelaku Mutilasi di Apartemen Kalibata Dijerat Hukuman Mati )
Satu buktinya, di Kalibata City ini banyak memiliki komunitas. Mulai dari komunitas religius, komunitas sosial, komunitas hewan peliharaan, hingga komunitas berdasarkan hobi seperti catur, tenis meja, futsal, renang, senam, dan lainnya. Syachrul mengatakan, sudah 7 tahun berturut-turut sebelum pandemi Covid-19, warga apartemen Kalibata City memiliki beragam kegiatan di setiap komunitas-komunitas tersebut.
“Pelaku melakukan aksinya itu di Pasar Baru, dan menitipkan di salah satu unit Kalibata City. Rencananya pelaku mau mengubur di Depok tapi ketahuan polisi duluan. Hal itu juga sudah di rilis oleh Kepolisian, tapi pemberitaan yang muncul justru banyak negatif ke Kalibata City,” kata Syachrul, 49, salah satu penghuni Tower Damar, Apartemen Kalibata City.
Syahrul melihat bukan kali ini saja tempat tinggalnya menjadi headline pemberitaan media massa, meski demikian, ia mengaku tetap nyaman dengan lingkungan Kalibata City. Menurutnya, publik hanya melihat ketika terjadi suatu kasus saja. Padahal, katanya, banyak sisi positif lain yang ada dilingkungannya itu.
Sejak tinggal di Apartemen Kalibata City tahun 2011 lalu, Syahrul mengakui dirinya kian solid. Menurutnya rasa kekeluargaan antar penghuni ini sulit didapat apabila tinggal di apartemen lainnya. “Kalau di apartemen lain mungkin individulitasnya tinggi, tapi disini tidak,” ujarnya. (Baca juga: Sejoli Pelaku Mutilasi di Apartemen Kalibata Dijerat Hukuman Mati )
Satu buktinya, di Kalibata City ini banyak memiliki komunitas. Mulai dari komunitas religius, komunitas sosial, komunitas hewan peliharaan, hingga komunitas berdasarkan hobi seperti catur, tenis meja, futsal, renang, senam, dan lainnya. Syachrul mengatakan, sudah 7 tahun berturut-turut sebelum pandemi Covid-19, warga apartemen Kalibata City memiliki beragam kegiatan di setiap komunitas-komunitas tersebut.
Lihat Juga :