Ganjar-Moeldoko Bertemu, Siap Tindak Tegas RS Nakal Mainkan Data Kematian
Kamis, 01 Oktober 2020 - 11:53 WIB
loading...
Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko bertemu dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di kantor Pemprov Jateng. Foto : Dok Humas Pemprov Jateng
A
A
A
SEMARANG - Isu tentang kenakalan rumah sakit terhadap pasien selama pandemi COVID-19 mencuat saat Kepala Kantor Staff Presiden (KSP), Moeldoko bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah , Ganjar Pranowo di kantor Pemprov Jateng, Kamis (1/10/2020).
Moeldoko menilai, harus ada tindakan serius agar isu yang menimbulkan keresahan pada masyarakat ini segera tertangani.(Baca juga : Muncul Klaster Ponpes di Jateng, Gus Yasin: Jangan Pulangkan Santri! )
Awalnya, Moeldoko datang menemui Ganjar untuk membahas sejumlah hal terkait penanganan COVID-19 . Dalam kesempatan itu, dia mengatakan bahwa isu rumah sakit meng-covid-kan semua pasien yang meninggal untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah sudah menggema di masyarakat.
"Tadi saya diskusi banyak dengan Pak Gubernur, salah satunya adalah tentang definisi ulang kasus kematian selama pandemi. Definisi ini harus kita lihat kembali, jangan sampai semua kematian itu selalu dikatakan akibat COVID-19," kata Moeldoko.
Sebab sudah banyak terjadi, orang sakit biasa atau mengalami kecelakaan, didefinisikan meninggal karena COVID-19. Padahal sebenarnya, hasil tesnya negatif.(Baca juga : Ganjar Pranowo Bongkar Pusat dan Daerah Belum Kompak Soal Urusan Investasi )
Moeldoko menilai, harus ada tindakan serius agar isu yang menimbulkan keresahan pada masyarakat ini segera tertangani.(Baca juga : Muncul Klaster Ponpes di Jateng, Gus Yasin: Jangan Pulangkan Santri! )
Awalnya, Moeldoko datang menemui Ganjar untuk membahas sejumlah hal terkait penanganan COVID-19 . Dalam kesempatan itu, dia mengatakan bahwa isu rumah sakit meng-covid-kan semua pasien yang meninggal untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah sudah menggema di masyarakat.
"Tadi saya diskusi banyak dengan Pak Gubernur, salah satunya adalah tentang definisi ulang kasus kematian selama pandemi. Definisi ini harus kita lihat kembali, jangan sampai semua kematian itu selalu dikatakan akibat COVID-19," kata Moeldoko.
Sebab sudah banyak terjadi, orang sakit biasa atau mengalami kecelakaan, didefinisikan meninggal karena COVID-19. Padahal sebenarnya, hasil tesnya negatif.(Baca juga : Ganjar Pranowo Bongkar Pusat dan Daerah Belum Kompak Soal Urusan Investasi )
Lihat Juga :