Bodebek Episentrum COVID-19, Ridwan Kamil Bakal Ngantor di Kota Depok

Rabu, 30 September 2020 - 20:24 WIB
loading...
Bodebek Episentrum COVID-19,...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews/dok
A A A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil bakal ngantor di Kota Depok beberapa hari dalam sepekan dalam upaya mengendalikan wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) yang hingga kini masih menjadi episentrum penyebaran COVID-19 di Provinsi Jabar.

Diketahui, saat ini sekitar 70 persen kasus COVID-19 di Provinsi Jabar berasal dari wilayah Bodebek. Bahkan, setiap harinya, wilayah Bodebek menjadi penyumbang terbesar penambahan kasus COVID-19 di Jabar.

Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar) hingga Selasa (29/9/2020), jika diakumulasikan, kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah Bodebek dalam tujuh hari terakhir bertambah 3.212 kasus.

"Karena hampir 70 persen permasalahan COVID-19 Jawa Barat disumbangkan dari Bodebek, maka atas arahan dari pemerintah pusat fokus memang ada di Bodebek. Sehingga, saya berkesempatan untuk melakukan kegiatan lebih intensif di daerah-daerah yang zona merahnya tinggi," ujar Ridwan Kamil dalam konferensi pers virtual dari Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Rabu (30/9/2020).

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menjelaskan, keputusan berkantor di Kota Depok juga menjadi bagian komitmennya sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar untuk memantau langsung Bodebek sebagai zona merah COVID-19.

"Jadi itu adalah bagian dari komitmen gugus tugas, khususnya Gubernur untuk bisa secara aktif fokus di Bodebek dan saya putuskan kami memantau dari Depok. Saya bekerja, tinggal di mana, intinya akan ada pergeseran kerja gubernur satu-dua hari dimana kami akan fokuskan sampai beberapa bulan kedepan (di Depok)," terangnya.

Kang Emil berharap, keputusannya tersebut dapat menyemangati Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 di wilayah Bodebek dalam upaya menekan penyebaran COVID-19.

"Khususnya agar tadi, sumbangan 70 persen itu bisa ditekan sekecil-kecilnya," imbuhnya. (Baca juga: Ditres Narkoba Polda Jabar Ringkus 3 Kurir Narkotika dan Amankan 1 Kg Sabu)

Menurut Kang Emil, upaya berkantor di wilayah zona merah sebenarnya tidak hanya dilakukan oleh dirinya. Upaya serupa juga dilakukan oleh jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Jabar dari Polda Jabar maupun Kodam Siliwangi.

"Nah, kebijakan Jawa Barat itu sudah Tahfidz di mana ada zona merah, di mana ada statistik pelanggarannya tinggi, maka Pak Kapolda dan Pangdam mengirimkan tim teritorialnya untuk mem-backup. Contoh sekarang Kabupaten/Kota Cirebon, maka Polda menugaskan pejabat-pejabat utama untuk bertanggung jawab dalam mengendalikan dan menurunkan zona merah ke zona yang lebih ringan," terangnya.

Contoh lainnya, tambah Kang Emil, saat ini, Wakapolda Jabar pun berkantor di Kota Bogor setelah ditugaskan Kapolda Jabar untuk mememastikan Kota Bogor keluar dari zona merah COVID-19. (Baca juga: Kejari Majalengka Tetapkan Mantan Dirut PDSMU sebagai Tersangka)

"Jadi, sebenarnya Gubernur berkantor sehari dua hari di Depok tidak saya saja, tapi dilakukan pejabat-pejabat utama Polda dan Kodam. Dan inilah kekompakan gugus tugas untuk melakukan tindakan lebih dini," tandasnya.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inisiasi Gerakan Bakti...
Inisiasi Gerakan Bakti Sosial, Dua Remaja di Depok Gandeng UMKM Bangun Kepedulian
Ajari Ibu-ibu Memasarkan...
Ajari Ibu-ibu Memasarkan Produk Makanan dengan AI di Depok, Sandiaga Uno: Buka Lapangan Kerja
Peneror Bom ke 10 Sekolah...
Peneror Bom ke 10 Sekolah di Depok Catut Nama Eks Pacar di E-mail
Polisi Tangkap Terduga...
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Ancaman Bom ke 10 Sekolah di Depok
Pemberdayaan Lansia...
Pemberdayaan Lansia di Depok agar Lebih Produktif
Longsor di Depok, Rumah...
Longsor di Depok, Rumah Ini Nyaris Roboh
47 Sekolah Swasta Gratis...
47 Sekolah Swasta Gratis di Depok 2026, dari Pancoran Mas, Beji, hingga Cinere
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Berita Terkini
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved