Bus Sekolah DKI Bawa Ribuan Pasien Terkonfirmasi Covid-19 ke Tempat Isolasi

Minggu, 27 September 2020 - 20:52 WIB
loading...
Bus Sekolah DKI Bawa...
Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah mengevakuasi 1.800 pasien terkonfirmasi Covid-19 ke tempat isolasi. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah mengevakuasi 1.800 pasien terkonfirmasi Covid-19 ke tempat isolasi. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari lima wilayah di Jakarta.

Kepala UPAS Dishub DKI Jakarta Ali Murthado mengatakan, sebelum dijadikan kendaraan untuk evakuasi pasien Covid-19 kendaraan terlebih dulu dimodifikasi.

"Ada 10 bus yang sudah dimodifikasi untuk mengangkut 1.800 pasien positif Covid-19 selama awal pandemi," ujarnya di Jakarta Timur, Minggu (27/9/2020).
(Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di DKI Capai 13.265 Orang)

Proses evakuasi pasien Covid-19 melibatkan jajaran Dinas Kesehatan, TNI dan polisi. Hal itu untuk mempermudah jalannya evakuasi karena petugas yang mengantar pasien positif Covid-19 ke tempat isolasi dituntut tepat waktu.

"SOP-nya sejak permintaan penjemputan itu dua jam harus tiba di lokasi. Jadi misalnya jam 7 kita dapat permintaan, kita maksimal jam 9 sudah sampai lokasi," katanya.

Selain dituntut tepat waktu, seluruh petugas harus siap selama 24 jam. Sebab, permintaan penjemputan tidak bisa diprediksi. Karena itu, pihaknya membagi petugas ke dalam beberapa tim.

"Kita sudah bagi tim, jadi minimal satu tim itu ada tujuh orang dan memiliki tugas yang berbeda. Ada yang tugasnya menyurvei tempat kemudian berkoordinasi dengan lokasi evakuasi, kemudian ada yang bertugas memasang dan mencopot APD dan ada yang mengawal bus sampai menyemprotkan disinfektan," ujar Ali.
(Baca juga: Selama PSBB Ketat, Volume Kendaraan Bermotor di Jakarta Turun 20%)

Untuk memastikan petugas terbebas dari penularan Covid-19, Dishub memodifikasi kabin penumpang dan kabin pengemudi. Selain itu, petugas yang berhak mengantar pasien Covid-19 ke tempat isolasi pun diseleksi secara ketat.

"Ada 30 orang dari 428 awak bus yang terpilih. Kita seleksi berdasarkan usia, kemudian riwayat kesehatan, keluarga. Kita upayakan yang belum berkeluarga dan yang ketiga keterampilan dalam membawa bus," ucapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
SPMB Jakarta 2026 Resmi...
SPMB Jakarta 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Begini Cara Pemilihan Sekolah
Rekomendasi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Sony Sonjaya Bungkam...
Sony Sonjaya Bungkam Jelang Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi MBG
Berita Terkini
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 27 Petugas Luka Ringan Kena Lemparan Batu
Polda Metro Jaya Terjunkan...
Polda Metro Jaya Terjunkan 4.131 Personel Kawal Demo di Jakarta Hari Ini
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 69 Orang Diamankan Polisi
Pemerintah Bakal Data...
Pemerintah Bakal Data Barang-Karyawan Hotel Sultan, Wamensesneg: Tak Ada yang Dikorbankan
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
Infografis
Capaian Vaksinasi Covid-19...
Capaian Vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta Menurut Dinkes
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved