Klaster Ponpes, FPKB: Kuatkan Jogo Santri daripada Swab Massal
Minggu, 27 September 2020 - 09:48 WIB
loading...
Pemerintah diminta tidak mengambil langkah gegabah dalam penanganan COVID-19 di lingkungan Ponpes. FOTO Ilustrasi : DOK SINDOnews
A
A
A
BANYUMAS - Pemerintah diminta tidak mengambil langkah gegabah dalam penanganan COVID-19 di lingkungan pondok pesantren (Ponpes) di kawasan Banyumas .
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Jawa Tengah Syarif Abdillah mengutarakan, langkah Pemkab Banyumas menggelar swab massal di seluruh ponpes bisa memunculkan kegaduhan. "Kegaduhan ini jelas sangat mengganggu kegiatan pembelajaran di Ponpes," kata Syarif, Minggu (27/9/2020).(Baca juga : Jadi Klaster COVID-19, Ganjar Minta Ponpes di Kebumen dan Banyumas Ditutup )
Menurutnya, akan lebih baik jika swab di Ponpes dilakukan bagi pesantren yang telah ditemukan kasus. "Karena kalau tiba-tiba semua Ponpes didatangi, diambil sample swab, maka kegiatan pendidikan semua Ponpes bisa kacau. Apalagi jumlahnya ratusan," tegasnya.
Selain itu, langkah swab massal di semua Ponpes di Banyumas juga memunculkan kekhawatiran orang tua santri."Padahal santri yang ada tidak hanya dari Banyumas, tapi berbagai daerah di Jawa Tengah, maupun provinsi lain," ungkapnya.
Legislator dari daerah pemilihan Banyumas dan Cilacap ini menambahkan, pemerintah provinsi telah menggulirkan program "Jogo Santri". "Jangan sampai istilah Jogo Santri ini menjadi swab massal di Ponpes," tandasnya.
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Jawa Tengah Syarif Abdillah mengutarakan, langkah Pemkab Banyumas menggelar swab massal di seluruh ponpes bisa memunculkan kegaduhan. "Kegaduhan ini jelas sangat mengganggu kegiatan pembelajaran di Ponpes," kata Syarif, Minggu (27/9/2020).(Baca juga : Jadi Klaster COVID-19, Ganjar Minta Ponpes di Kebumen dan Banyumas Ditutup )
Menurutnya, akan lebih baik jika swab di Ponpes dilakukan bagi pesantren yang telah ditemukan kasus. "Karena kalau tiba-tiba semua Ponpes didatangi, diambil sample swab, maka kegiatan pendidikan semua Ponpes bisa kacau. Apalagi jumlahnya ratusan," tegasnya.
Selain itu, langkah swab massal di semua Ponpes di Banyumas juga memunculkan kekhawatiran orang tua santri."Padahal santri yang ada tidak hanya dari Banyumas, tapi berbagai daerah di Jawa Tengah, maupun provinsi lain," ungkapnya.
Legislator dari daerah pemilihan Banyumas dan Cilacap ini menambahkan, pemerintah provinsi telah menggulirkan program "Jogo Santri". "Jangan sampai istilah Jogo Santri ini menjadi swab massal di Ponpes," tandasnya.
Lihat Juga :