Punya Peran Besar, Polisi Buru Sindikat Calo Aborsi Ilegal di Jakarta

Sabtu, 26 September 2020 - 10:05 WIB
loading...
Punya Peran Besar, Polisi...
Polda Metro Jaya melakukan reka ulang kasus aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2020). Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
A A A
JAKARTA - Polisi mengungkap sejumlah fakta baru dalam kasus klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat. Fakta tersebut terungkap dalam rekonstruksi kasus yang diikuti oleh 10 orang tersangka pada Jumat, 26 September 2020).

Salah satu fakta yang mengejutkan adalah, calo yang ternyata paling diuntungkan dalam bisnis ilegal ini. Para calo mampu meraup 50 persen keuntungan dari setiap aborsi yang dilakukan. Kini polisi sedang fokus mendalami sindikat calo aborsi ilegal itu.

"Yang jelas, setelah ini kami tim penyidik tengah mendalami jaringan-jaringan aborsi yang ada. Karena kita melihat pastinya ada hubungan dan keterkaitan," kata Wakil Direktur Kriminal Umum (Wadirkrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak. (Baca juga: Rekonstruksi Kasus Aborsi Percetakan Negara, Polisi Temukan Fakta Baru)

Calvijn menduga ada dalang utama yang menugaskan para calo tersebut untuk melancarkan bisnis aborsi ilegal. Karena itu pihaknya akan memburu pelaku. "Artinya mastermind ini kita akan dalami sindikat calo ini. Kami tim akan bekerja keras untuk membuat terang benderang rangkaian ini," ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, polisi membongkar praktik aborsi ilegal yang berlokasi di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat. Praktik tersebut telah berjalan selama 3 tahun atau sejak 2017. Total lebih dari 32 ribu pasien yang telah melakukan aborsi di tempat itu. (Baca juga: Kenapa Klinik Aborsi Ilegal Bisa Tumbuh Subur? Ini Kata Komnas Perlindungan Anak)

Para pelaku mempromosikan klinik tersebut secara terbuka melalui website klinikaborsiresmi.com dan media sosial. Mereka yang membuka website klinik tersebut nantinya dihubungkan dengan salah satu kontak whatsapp untuk dilakukan penjemputan.

Selama menjalankan bisnis aborsi ilegal tersebut pelaku telah meraup keuntungan lebih dari Rp10 miliar. Hal itu terhitung sejak Maret 2017 hingga Agustus 2020.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Vadel Badjideh Bisa...
Vadel Badjideh Bisa Bebas Bersyarat, Tapi Ini Syaratnya!
Wanita Ini Gugat Lab...
Wanita Ini Gugat Lab DNA karena Hasil yang Keliru Membuatnya Terlanjur Aborsi
Rekaman Suara Kim Sae...
Rekaman Suara Kim Sae Ron Nikah dan Aborsi Bikin Netizen Murka, Pengalihan Isu Kim Soo Hyun?
Rekomendasi
Dorong Literasi Finansial...
Dorong Literasi Finansial dan AI, IPOT Jawab Tantangan Makro Gen Z
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved