Biadab, Oknum Perangkat Desa Ini Nyaris Perkosa Gadis Cilik
Sabtu, 26 September 2020 - 02:29 WIB
loading...
Seorang pelajar SMP nyaris menjadi korban pelampiasan nafsu bejat oknum perangkat Desa di Talawi, Kabupaten Batu Bara. Foto Ilustrasi : IST
A
A
A
BATU BARA - Seorang pelajar SMP nyaris menjadi korban pelampiasan nafsu bejat oknum perangkat Desa Padang Genting, Kecamatan Talawi Kabupaten Batu Bara.
Seperti di utarakan orangtua korban, As (32), dirinya tidak menduga sama sekali jika oknum perangkat desa bernama Wht (32) akan berbuat tak senonoh terhadap anaknya, Sy (13).(Baca juga : Kajari Batu Bara Terima Laporan Carut Marut soal Bansos )
”Sabtu sore sekitar pukul 17.00 WIB anak saya yang duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) kelas I di bawa main ke Kota Tanjung Tiram oleh Wh naik sepeda motor, alasannya Wh mau mengambil handphone yang dititipkan ketemannya,” tutur As kepada wartawan, Jum'at (25/09/2020).
Sementara korban juga menuturkan, sepulangnya dari Tanjung Tiram, dirinya mandi kemudian pamit ke ayahnya As untuk membantu Wh mengemas barang yang harus di rapikan di Kantor Kepala Desa Padang Genting.
As pun mengijinkan mereka berdua berangkat menuju Kantor yang tempatnya tidak jauh dari tempat tinggal mereka.(Baca juga : Sadis, Perampok 600 Bebek Ikat Korban Bapak dan Anak )
Dituturkan korban, setibanya di Kantor Kepala Desa, Wh mengajaknya kebelakang Kantor dan masuk kerumah tua yang tidak ada penghuninya dengan alasan mengambil barang di dalam rumah tua tersebut.
Tiba – tiba, Wh langsung mengunci pintu dan menyekap korban sambil berupaya melucuti pakaian korban.
Seperti di utarakan orangtua korban, As (32), dirinya tidak menduga sama sekali jika oknum perangkat desa bernama Wht (32) akan berbuat tak senonoh terhadap anaknya, Sy (13).(Baca juga : Kajari Batu Bara Terima Laporan Carut Marut soal Bansos )
”Sabtu sore sekitar pukul 17.00 WIB anak saya yang duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) kelas I di bawa main ke Kota Tanjung Tiram oleh Wh naik sepeda motor, alasannya Wh mau mengambil handphone yang dititipkan ketemannya,” tutur As kepada wartawan, Jum'at (25/09/2020).
Sementara korban juga menuturkan, sepulangnya dari Tanjung Tiram, dirinya mandi kemudian pamit ke ayahnya As untuk membantu Wh mengemas barang yang harus di rapikan di Kantor Kepala Desa Padang Genting.
As pun mengijinkan mereka berdua berangkat menuju Kantor yang tempatnya tidak jauh dari tempat tinggal mereka.(Baca juga : Sadis, Perampok 600 Bebek Ikat Korban Bapak dan Anak )
Dituturkan korban, setibanya di Kantor Kepala Desa, Wh mengajaknya kebelakang Kantor dan masuk kerumah tua yang tidak ada penghuninya dengan alasan mengambil barang di dalam rumah tua tersebut.
Tiba – tiba, Wh langsung mengunci pintu dan menyekap korban sambil berupaya melucuti pakaian korban.
Lihat Juga :