Bogor Dikepung Bencana, Wakil Bupati Perintahkan Tertibkan Bangunan di Kawasan Wisata
Rabu, 23 September 2020 - 21:17 WIB
loading...
Longsor di Bogor. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
BOGOR - Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan meminta jajarannya untuk kembali menggelar operasi penertiban bangunan liar yang berdiri di lahan konservasi, khususnya di kawasan wisata.
“Iya banyaknya bencana kemarin diduga akibat maraknya alih fungsi lahan dari konservasi ke wisata dan industri. Maka dari itu
saya minta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Satpol PP untuk kembali melakukan operasi dan evaluasi terhadap bangunan yang berdiri di tebingan,” kata Iwan di Bogor, Rabu (23/9/2020).
Ia menuturkan, bangunan yang berdiri di area konservasi itu diduga tak ramah lingkungan yang saat hujan turun terjadi longsor. Dia juga menduga, banyak pengusaha yang mengeksploitasi alam hanya untuk memanfaatkan keindahannya, tanpa memikirkan dampak negatif. (Baca juga: Katulampa Terkendali, Pemprov DKI Sebut Kiriman Air yang Masuk Jakarta Tidak Parah )
“Makanya, ini harus dievaluasi oleh bidang tata ruang dinas pupr dan satpol pp untuk memeriksanya. Karena tidak hanya merusak lingkungan, tapi juga membahayakan wisatawan. Karena banyak bangunan yang tidak berizin juga,” tegasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Pranowo menyebutkan, akibat curah hujan tinggi pada Senin 21 September 2020 petang, di wilayahnya tercatat ada 39 bencana yang tersebar di seluruh kecamatan.
“Iya banyaknya bencana kemarin diduga akibat maraknya alih fungsi lahan dari konservasi ke wisata dan industri. Maka dari itu
saya minta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Satpol PP untuk kembali melakukan operasi dan evaluasi terhadap bangunan yang berdiri di tebingan,” kata Iwan di Bogor, Rabu (23/9/2020).
Ia menuturkan, bangunan yang berdiri di area konservasi itu diduga tak ramah lingkungan yang saat hujan turun terjadi longsor. Dia juga menduga, banyak pengusaha yang mengeksploitasi alam hanya untuk memanfaatkan keindahannya, tanpa memikirkan dampak negatif. (Baca juga: Katulampa Terkendali, Pemprov DKI Sebut Kiriman Air yang Masuk Jakarta Tidak Parah )
“Makanya, ini harus dievaluasi oleh bidang tata ruang dinas pupr dan satpol pp untuk memeriksanya. Karena tidak hanya merusak lingkungan, tapi juga membahayakan wisatawan. Karena banyak bangunan yang tidak berizin juga,” tegasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Pranowo menyebutkan, akibat curah hujan tinggi pada Senin 21 September 2020 petang, di wilayahnya tercatat ada 39 bencana yang tersebar di seluruh kecamatan.
Lihat Juga :