Heboh Jenazah Perempuan Dimandikan 4 Petugas Pria di RSUD, Puluhan Ulama Rapat di MUI

loading...
Heboh Jenazah Perempuan Dimandikan 4 Petugas Pria di RSUD, Puluhan Ulama Rapat di MUI
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar mengadakan rapat mendadak di kantor MUI, Jalan Kartini, Siantar Barat, Selasa (23/9/2020). Rapat digelar buntut adanya jenazah perempuan dimandikan empat pria di RSUD Djasamen Saragih. Foto iNews TV/Dharm
PEMATANGSIANTAR - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar mengadakan rapat mendadak di kantor MUI, Jalan Kartini, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Selasa (23/9/2020). Rapat digelar buntut adanya jenazah perempuan dimandikan oleh empat pria atau tidak muhrimnya di RSUD Djasamen Saragih, Pematangsiantar.

Rapat ini dihadiri pengurus MUI dan Ustad dan ulama dari daerah Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun. Tampak hadir juga jajaran pejabat RSUD Djasamen Saragih.

Sesuai pengamatan di lokasi, rapat internal telah dilakukan oleh pengurus MUI dengan pihak RSUD Djasamen Saragih, dengan memakan waktu sekitar 2 jam. Pertemuan ini mendapat perhatian dan personil Polres Pematangsiantar turut mengikuti rapat. (Baca: Pemkab Sukabumi Tetapkan Status Darurat Banjir Selama 7 Hari)

Informasinya berawal dari postingan video warga bernama Fauzi Munthe, warga Sarbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Simalungun. Fauzi kecewa karena mengetahui istrinya meninggal, Minggu (20/9/2020) sekitar pukul 17.00 WIB, dan dimandikan malam hari oleh tidak muhrimnya.



Fauzi mengaku tidak diberi izin untuk masuk ke ruang pemandian jenazah. Lantas dia pun mencoba mencari cara, tiba-tiba dari pintu yang kebetulan tidak tertutup langsung melihat empat pria memandikan jenazah istrinya. (Bisa diklik: Ini Gejala Awal 2 Warga Blitar yang Tewas Usai Pesta Miras)

"Dimandikan empat orang laki-laki, dua muslim dan dua kristen. Tidak dibenarkan masuk, begitu ketahuan karena curi-curi, pintu langsung dikunci," kata Fauzi dalam video yang tersebar. Fauzi memastikan istrinya meninggal dunia bukan diakibatkan COVID-19 melainkan penyakit lain.
(sms)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top