Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Kamis, 23 Juli 2026 - 21:32 WIB
loading...
Sejumlah tokoh menerima penghargaan Energy Executive Award 2026 yang digelar di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Di tengah tantangan geopolitik global, meningkatnya kebutuhan energi, serta target Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) 2060 kepemimpinan dinilai memegang peranan penting dalam memastikan transformasi energi berjalan secara berkelanjutan.
Transformasi tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan bauran energi baru terbarukan, tetapi juga mencakup penguasaan teknologi, penguatan industri dalam negeri, hilirisasi, digitalisasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Keberlanjutan energi tersebut menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan Energy Executive Award 2026 yang digelar di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Baca juga: Transformasi Digital dan HSSE Jadi Kunci Elnusa Petrofin Perkuat Rantai Pasok Energi
Mengusung tema “Leadership Towards Energy Sustainability” ajang penghargaan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi para pemimpin, regulator, akademisi, dan pelaku industri yang dinilai berkontribusi dalam mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Ketua Penyelenggara Energy Executive Award 2026 sekaligus Dewan Pakar Listrik Indonesia Tumiran mengatakan ketahanan energi tidak cukup dicapai melalui peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan, tetapi juga harus diiringi kemampuan bangsa dalam mengembangkan dan menguasai teknologi energi.
"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada para eksekutif maupun pakar yang telah memberikan kontribusi bagi sektor energi Indonesia. Ketahanan energi tidak cukup hanya mengonversi energi fosil menjadi energi terbarukan, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat tumbuh dan dikuasai di Indonesia. Politik transisi energi tidak akan berhasil apabila kita hanya menjadi konsumen. Industri nasional harus menjadi pemain utama yang mendapat dukungan penuh dari kebijakan pemerintah," ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, penghargaan Tokoh Energi Nasional diberikan kepada lima figur yang dinilai memiliki dedikasi dan kontribusi besar terhadap pengembangan sektor energi Indonesia. Mereka adalah Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar, Guru Besar Universitas Indonesia Rinaldy Dalimi, Guru Besar Universitas Gadjah Mada Deendarlianto, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, serta Purnomo Yusgiantoro yang menerima penghargaan Lifetime Achievement atas dedikasinya bagi sektor energi nasional.
Lihat video: RESMI! Presiden Luncurkan Proyek LNG Abadi Masela, Tonggak Baru Energi Nasional
Purnomo menegaskan energi kini telah menjadi kebutuhan strategis yang menentukan keberlanjutan pembangunan nasional. "Jika dahulu kebutuhan dasar terdiri atas sandang, pangan, dan papan, kini bertambah menjadi air dan energi. Oleh karena itu, upaya mewujudkan swasembada energi harus menjadi prioritas nasional sekaligus mendukung target Net Zero Emission Indonesia," ujarnya.
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menilai penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi para tokoh yang telah menjadi motor penggerak transisi energi di Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya mengatakan Indonesia telah memiliki arah kebijakan yang jelas melalui Kebijakan Energi Nasional dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk mendukung percepatan transisi energi menuju target NZE 2060.
Di sisi lain, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menyebut penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh insan energi baru terbarukan untuk terus mengembangkan pemanfaatan biodiesel, bioetanol, tenaga surya, mikrohidro, hingga hidrogen sebagai energi masa depan Indonesia.
"Perjuangan menghadirkan energi baru terbarukan memang tidak mudah, namun Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan harus dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional," katanya.
Selain menjadi ajang apresiasi, Energy Executive Award 2026 juga menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan regulator, akademisi, pelaku industri, investor, asosiasi, dan perusahaan energi. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan penguasaan teknologi nasional, serta membangun ekosistem energi yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan demi mewujudkan kedaulatan energi Indonesia.
Transformasi tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan bauran energi baru terbarukan, tetapi juga mencakup penguasaan teknologi, penguatan industri dalam negeri, hilirisasi, digitalisasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Keberlanjutan energi tersebut menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan Energy Executive Award 2026 yang digelar di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Baca juga: Transformasi Digital dan HSSE Jadi Kunci Elnusa Petrofin Perkuat Rantai Pasok Energi
Mengusung tema “Leadership Towards Energy Sustainability” ajang penghargaan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi para pemimpin, regulator, akademisi, dan pelaku industri yang dinilai berkontribusi dalam mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Ketua Penyelenggara Energy Executive Award 2026 sekaligus Dewan Pakar Listrik Indonesia Tumiran mengatakan ketahanan energi tidak cukup dicapai melalui peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan, tetapi juga harus diiringi kemampuan bangsa dalam mengembangkan dan menguasai teknologi energi.
"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada para eksekutif maupun pakar yang telah memberikan kontribusi bagi sektor energi Indonesia. Ketahanan energi tidak cukup hanya mengonversi energi fosil menjadi energi terbarukan, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat tumbuh dan dikuasai di Indonesia. Politik transisi energi tidak akan berhasil apabila kita hanya menjadi konsumen. Industri nasional harus menjadi pemain utama yang mendapat dukungan penuh dari kebijakan pemerintah," ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, penghargaan Tokoh Energi Nasional diberikan kepada lima figur yang dinilai memiliki dedikasi dan kontribusi besar terhadap pengembangan sektor energi Indonesia. Mereka adalah Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar, Guru Besar Universitas Indonesia Rinaldy Dalimi, Guru Besar Universitas Gadjah Mada Deendarlianto, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, serta Purnomo Yusgiantoro yang menerima penghargaan Lifetime Achievement atas dedikasinya bagi sektor energi nasional.
Lihat video: RESMI! Presiden Luncurkan Proyek LNG Abadi Masela, Tonggak Baru Energi Nasional
Purnomo menegaskan energi kini telah menjadi kebutuhan strategis yang menentukan keberlanjutan pembangunan nasional. "Jika dahulu kebutuhan dasar terdiri atas sandang, pangan, dan papan, kini bertambah menjadi air dan energi. Oleh karena itu, upaya mewujudkan swasembada energi harus menjadi prioritas nasional sekaligus mendukung target Net Zero Emission Indonesia," ujarnya.
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menilai penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi para tokoh yang telah menjadi motor penggerak transisi energi di Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya mengatakan Indonesia telah memiliki arah kebijakan yang jelas melalui Kebijakan Energi Nasional dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk mendukung percepatan transisi energi menuju target NZE 2060.
Di sisi lain, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menyebut penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh insan energi baru terbarukan untuk terus mengembangkan pemanfaatan biodiesel, bioetanol, tenaga surya, mikrohidro, hingga hidrogen sebagai energi masa depan Indonesia.
"Perjuangan menghadirkan energi baru terbarukan memang tidak mudah, namun Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan harus dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional," katanya.
Selain menjadi ajang apresiasi, Energy Executive Award 2026 juga menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan regulator, akademisi, pelaku industri, investor, asosiasi, dan perusahaan energi. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan penguasaan teknologi nasional, serta membangun ekosistem energi yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan demi mewujudkan kedaulatan energi Indonesia.
(cip)
Lihat Juga :